Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Terapkan Tarif 25% Untuk Chip AI Nvidia Yang Diekspor Ke China

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
15 Jan 2026
1129 dibaca
2 menit
AS Terapkan Tarif 25% Untuk Chip AI Nvidia Yang Diekspor Ke China

TLDR

Tarif 25% dikenakan pada semikonduktor AI yang diproduksi di luar AS.
Nvidia dan AMD terpengaruh oleh keputusan ini, tetapi Nvidia mendukungnya.
China sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan pembelian semikonduktor dari luar negeri sambil mengembangkan industri domestiknya.
Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan tarif sebesar 25% untuk semikonduktor canggih tertentu, termasuk chip AI Nvidia H200 yang akan diekspor ke China. Tarif ini ditetapkan melalui proklamasi yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump sebagai bagian dari strategi untuk melindungi industri chip dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan luar negeri.Kebijakan ini hanya berlaku untuk chip yang diproduksi di luar AS dan melewati AS sebelum akhirnya diekspor ke negara lain seperti China. Selain Nvidia H200, chip dari perusahaan lain, seperti AMD MI325X, juga termasuk dalam daftar yang dikenakan tarif. Langkah ini mengikuti keputusan Departemen Perdagangan AS yang mengizinkan pengiriman chip tersebut ke pelanggan yang telah melalui proses verifikasi.Nvidia sendiri memberikan respons positif terhadap kebijakan ini. Mereka menyatakan bahwa kebijakan tersebut memberikan kesempatan bagi industri chip Amerika untuk bersaing dan mendukung lapangan kerja berbayar tinggi serta manufaktur di dalam negeri. Perusahaan tersebut juga berencana meningkatkan produksi chip H200 karena adanya permintaan tinggi dari perusahaan-perusahaan China.Sementara itu, pemerintah China sedang menyiapkan regulasi untuk mengelola jumlah semikonduktor luar negeri yang dapat dibeli perusahaan domestiknya. Ini merupakan perubahan sikap dari sebelumnya yang cenderung menolak impor chip luar negeri. China ingin memperkuat industri semikonduktor dalam negeri namun juga tidak ingin tertinggal dalam persaingan teknologi internasional, terutama dalam bidang AI.Proklamasi AS tidak berlaku bagi chip yang diimpor dan digunakan di dalam negeri untuk penelitian, pertahanan, atau tujuan komersial. Pemerintah AS menyadari ketergantungan besar mereka pada pasokan chip asing—hanya sekitar 10% chip yang mereka butuhkan diproduksi di dalam negeri—membuat langkah ini penting untuk keamanan ekonomi dan nasional.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.