
Courtesy of SCMP
AS Terapkan Tarif 25% pada Chip AI Canggih, Perusahaan Tiongkok Tertekan
Artikel ini bertujuan menjelaskan dampak tarif impor baru AS pada chip AI dan bagaimana kebijakan tersebut memengaruhi perusahaan teknologi di Tiongkok serta upaya kedua negara untuk mengendalikan produksi dan distribusi chip canggih demi kepentingan keamanan nasional dan ekonomi.
15 Jan 2026, 20.00 WIB
80 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pengenaan tarif baru oleh AS dapat meningkatkan biaya bagi perusahaan teknologi di Tiongkok.
- Beijing berusaha mengurangi ketergantungan pada chip AI impor untuk alasan politik dan ekonomi.
- Pengujian pihak ketiga diperlukan untuk ekspor chip H200 ke China, menunjukkan kontrol ketat dari AS.
Beijing, Republik Rakyat Tiongkok - Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan tarif impor sebesar 25% untuk chip kecerdasan buatan canggih yang diproduksi oleh Nvidia dan Advanced Micro Devices. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan asing serta memperkuat produksi domestik dalam negeri AS.
Kebijakan ini juga menimbulkan tekanan besar bagi perusahaan teknologi swasta di Tiongkok, karena Beijing kini menjadikan ketergantungan terhadap impor chip sebagai hal yang kurang disukai secara politik. Perusahaan-perusahaan tersebut harus menghadapi biaya yang lebih tinggi dalam menggunakan chip asal Amerika.
Pengiriman chip dari Taiwan, yang merupakan salah satu pusat manufaktur utama, tidak dapat langsung sampai ke Tiongkok tapi harus terlebih dahulu melalui AS. Praktik ini bertujuan mengawasi dan mengendalikan distribusi chip agar sesuai dengan kebijakan AS terkait keamanan nasional.
Meskipun demikian, Nvidia telah memperoleh persetujuan bersyarat dari badan terkait di AS untuk menjual chip H200 ke Tiongkok. Setiap pengiriman chip tersebut harus melewati pengujian independen di AS untuk memastikan spesifikasi performa yang diberlakukan.
Kebijakan ini diprediksi akan mendorong kedua negara untuk memperkuat industri chip dalam negeri mereka masing-masing serta semakin memperumit hubungan perdagangan teknologi antara AS dan Tiongkok di masa yang akan datang.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/tech-war/article/3340035/chinese-firms-incur-higher-costs-deploying-advanced-ai-chips-us-analysts?module=top_story&pgtype=section
[1] https://www.scmp.com/tech/tech-war/article/3340035/chinese-firms-incur-higher-costs-deploying-advanced-ai-chips-us-analysts?module=top_story&pgtype=section
Analisis Ahli
Chim Lee
"Kebijakan AS serupa dengan potongan 25% pada pendapatan Nvidia dan AMD yang akhirnya akan membebani perusahaan teknologi Tiongkok dan mengubah lanskap perdagangan chip global."
Analisis Kami
"Kebijakan tarif dan pengawasan ketat AS terhadap ekspor chip AI adalah bentuk perlindungan ekonomi dan keamanan yang realistis dalam konteks persaingan teknologi global. Namun, ini juga berisiko memicu eskalasi ketegangan dagang dan memperlambat kolaborasi internasional yang sangat dibutuhkan di sektor teknologi maju."
Prediksi Kami
Tarif dan regulasi ketat ini kemungkinan akan memicu percepatan pengembangan industri chip domestik baik di AS maupun Tiongkok, serta berpotensi memperdalam fragmentasi rantai pasok semikonduktor global.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi dengan tarif baru yang dikenakan pada semikonduktor oleh AS?A
Tarif baru yang dikenakan oleh AS adalah 25 persen pada semikonduktor tertentu, termasuk chip AI dari Nvidia dan AMD.Q
Mengapa Beijing tidak ingin perusahaan swasta terlalu bergantung pada chip AI impor?A
Beijing menganggap ketergantungan pada chip AI impor dapat menjadi risiko politik dan ekonomi.Q
Apa tujuan dari pengenaan tarif 25 persen pada chip AI?A
Tujuan dari tarif ini adalah untuk mendorong produksi chip domestik dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan luar negeri.Q
Siapa yang diberi persetujuan untuk menjual chip H200 di China?A
Nvidia diberikan persetujuan bersyarat untuk menjual chip H200 di China, dengan syarat pengujian di AS.Q
Bagaimana pengaruh tarif ini terhadap perusahaan teknologi di Tiongkok?A
Tarif ini dapat meningkatkan biaya operasi bagi perusahaan teknologi di Tiongkok yang bergantung pada chip impor.



