Nvidia Kini Boleh Kirim Chip AI H200 Canggih ke China Meski Kontroversial
Teknologi
Kecerdasan Buatan
09 Des 2025
49 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Keputusan untuk mengekspor chip H200 ke China menunjukkan dinamika antara industri teknologi dan kebijakan pemerintah.
Ada ketegangan antara kebijakan ekspor dan kekhawatiran tentang keamanan nasional.
Undang-undang baru seperti SAFE Chips Act berusaha untuk membatasi akses China terhadap teknologi canggih.
Pemerintah Amerika Serikat, melalui Departemen Perdagangan, telah memberikan izin kepada Nvidia untuk mengirim chip AI H200 yang sangat canggih ke pelanggan yang telah disetujui di China. Ini merupakan pengembangan dari kebijakan sebelumnya yang lebih ketat terkait ekspor teknologi sensitif ke negara tersebut.
Chip H200 jauh lebih maju dibandingkan H20 yang sebelumnya dikembangkan Nvidia khusus untuk pasar China. Namun, chip yang diperbolehkan dikirim adalah yang sudah berumur sekitar 18 bulan, menyiratkan bahwa versi terbaru chip ini tidak dapat diekspor.
Keputusan ini menuai kontroversi besar karena Kongres AS, yang terdiri dari anggota partai Republik dan Demokrat, mengajukan sebuah undang-undang yang akan memblokir pengiriman chip AI canggih ke China selama lebih dari dua tahun, demi alasan keamanan nasional.
Pemerintah AS berencana mengambil 25% dari pendapatan penjualan chip Nvidia ke China, sebagai bagian dari persyaratan ekspor. Selain itu, meski pemerintah China menyambut baik langkah ini, regulator internet China bahkan sempat melarang perusahaan domestik membeli chip Nvidia.
Presiden Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa Presiden Xi Jinping memberikan respon positif terhadap kabar pengiriman chip H200 ini, menandai dinamika diplomasi dan perdagangan teknologi yang kompleks antara dua negara besar tersebut.
Analisis Ahli
Katherine Tai (Wakil Perdagangan AS)
Pengaturan ekspor chip AI harus memastikan bahwa inovasi Amerik tetap terlindungi sambil membuka peluang kerja dan pasar global yang baru.Jim Keller (Insinyur chip veteren)
Mendemonstrasikan teknologi canggih seperti H200 ke pasar besar seperti China berisiko menyeimbangkan antara dominasi domestik dan inovasi global.Michael McFaul (Profesor hubungan internasional)
Ketegangan geopolitik AS-China memerlukan kebijakan yang bukan hanya teknologi saja, tetapi juga diplomasi dan pertimbangan keamanan jangka panjang.

