Lubang Hitam di Galaksi Muda Ini Perlahan 'Mematikan' Star-nya
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
14 Jan 2026
68 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pablo's Galaxy mengalami 'kelaparan' gas dingin yang menyebabkan berhentinya pembentukan bintang.
Lubang hitam supermasif dapat memengaruhi evolusi galaksi dengan mengubah dinamika gas di dalamnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa beberapa galaksi di alam semesta muda mungkin mati lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Pablo's Galaxy, galaksi besar berusia sekitar 12 miliar tahun, menarik perhatian ilmuwan karena berhenti membentuk bintang lebih cepat dari yang dikira. Galaksi ini memiliki massa sekitar 200 miliar kali massa matahari dengan sebagian besar bintang tercipta dalam rentang waktu 11,5 sampai 12,5 miliar tahun lalu. Ini menjadikannya contoh penting untuk mempelajari evolusi galaksi di alam semesta muda.
Para ilmuwan awalnya menduga bahwa lubang hitam supermasif di pusat galaksi akan menghancurkan galaksi tersebut melalui ledakan atau keruntuhan besar. Namun, data dari teleskop James Webb dan ALMA mengungkapkan bahwa lubang hitam ini justru menghilangkan gas dingin yang dibutuhkan untuk membentuk bintang secara perlahan.
Hasil pemeriksaan dengan ALMA tidak menemukan keberadaan karbon monoksida, yang menandakan tidak ada gas dingin sebagai bahan bakar pembentukan bintang. James Webb juga merekam gas netral yang dipancarkan oleh lubang hitam dengan kecepatan 400 kilometer per detik, yang secara efektif mengusir bahan bakar bintang dari galaksi.
Proses ini menyebabkan galaksi mengalami kelaparan gas yang berlangsung perlahan, yang disebut sebagai kematian 'dengan seribu luka'. Dengan kecepatan pengusiran gas seperti ini, galaksi diperkirakan kehabisan bahan bakar pembentukan bintang hanya dalam waktu 16 hingga 220 juta tahun, jauh lebih cepat dibandingkan biasanya.
Penemuan galaksi seperti Pablo's Galaxy ini kini diketahui lebih umum dari yang dipikirkan sebelumnya. Ini menandakan bahwa mekanisme kelaparan gas oleh lubang hitam supermasif mungkin menjadi penyebab mengapa beberapa galaksi muda mampu hidup cepat namun mati lebih muda dari estimasi evolusi galaksi konvensional.
Analisis Ahli
Jan Scholtz
Penelitian menunjukkan lubang hitam supermasif bisa menjadi 'pembunuh diam-diam' galaksi melalui pemanasan gas dan penghambatan pembentukan bintang.Kavli Institute for Cosmology
Penemuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi galaksi muda dan mengkonfirmasi bahwa beberapa galaksi hidup cepat dan mati muda karena tekanan internal, bukan kehancuran eksternal.
