Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lubang Hitam Mematikan Galaksi 'Pablo' dengan Perlahan Merampas Gas Bintang

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
LiveScience LiveScience
14 Jan 2026
45 dibaca
2 menit
Lubang Hitam Mematikan Galaksi 'Pablo' dengan Perlahan Merampas Gas Bintang

Rangkuman 15 Detik

Galaksi Pablo mengalami starvasi oleh lubang hitam supermasifnya, menghentikan pembentukan bintang secara prematur.
Penelitian menunjukkan bahwa galaksi muda bisa mengalami penuaan lebih cepat dari yang diperkirakan.
Temuan ini mengubah pemahaman kita tentang evolusi galaksi di alam semesta awal.
Pablo's Galaxy adalah galaksi besar yang sangat tua, terbentuk lebih dari 11 miliar tahun yang lalu. Meski begitu, galaksi ini berhenti menghasilkan bintang lebih cepat dari yang diperkirakan para ilmuwan. Penelitian terbaru mengungkap bahwa ini bukan karena kehancuran mendadak, melainkan akibat kelaparan gas dingin yang dibutuhkan untuk pembentukan bintang. Lubang hitam supermasif yang tersembunyi di pusat galaksi berperan besar dalam proses ini. Lubang hitam tersebut memanaskan gas di sekitarnya dan membuat gas dingin yang biasanya menjadi bahan bakar bintang menjadi habis. Proses ini berjalan lambat namun pasti, sehingga galaksi kehilangan kemampuan untuk membentuk bintang baru. Tim peneliti menggunakan data dari dua teleskop canggih, yaitu James Webb Space Telescope dan Atacama Large Millimeter Array, untuk mempelajari galaksi ini. Mereka tidak menemukan karbon monoksida, yang biasanya menunjukkan adanya gas dingin pembentuk bintang, sekaligus mendeteksi gas netral yang ditembakkan dari lubang hitam dengan kecepatan sangat tinggi. Kecepatan keluarnya gas dari lubang hitam ini cukup cepat sehingga dapat menghabiskan gas dingin dalam galaksi hanya dalam waktu 16 sampai 220 juta tahun, sementara biasanya galaksi memerlukan waktu lebih dari satu miliar tahun untuk kehabisan bahan bakar bintang mereka. Penemuan ini membantu menjelaskan mengapa beberapa galaksi muda tampak lebih cepat menua dan berhenti membentuk bintang meskipun alam semesta masih sangat muda. Dulu, galaksi seperti ini tidak banyak diketahui sebelum adanya teleskop James Webb, kini diketahui sangat umum dan memperlihatkan bagaimana lubang hitam mempengaruhi evolusi galaksi secara perlahan.

Analisis Ahli

Jan Scholtz
Fenomena kelaparan gas dingin akibat aktivitas lubang hitam adalah proses utama yang menghentikan pembentukan bintang dan mempercepat penuaan galaksi muda.
Peneliti Universitas Cambridge
Data dari JWST dan ALMA menunjukkan keterkaitan kuat antara aktivitas lubang hitam dan penghilangan gas dingin yang sangat krusial bagi keberlangsungan formasi bintang.