TLDR
Generasi Z lebih nyaman dan terbuka terhadap penggunaan AI generatif. Ada kekhawatiran tentang dampak AI terhadap keterampilan berpikir kritis dan lingkungan. Perusahaan mulai menghargai pengalaman AI dalam proses perekrutan, meskipun masih sedikit lowongan yang mencantumkan AI. Generasi Z, yang baru memulai karir mereka, memiliki pandangan campuran tentang penggunaan AI generatif. Mereka lebih nyaman dengan teknologi ini dan sering kali memiliki pengalaman yang membuat mereka lebih menarik bagi perusahaan, meskipun mereka mungkin kurang berpengalaman di bidang lain. Contohnya, Avalon Fenster, seorang mahasiswa hukum berusia 23 tahun, mengajarkan rekan-rekannya cara menggunakan AI dan kini menjalankan platform yang membantu perempuan muda dalam karir mereka. Namun, dia juga khawatir tentang dampak AI terhadap kemampuan berpikir kritis.Di sisi lain, ada juga yang khawatir tentang dampak lingkungan dari penggunaan AI, seperti Katya Danziger, yang memilih untuk tidak menggunakan AI karena dampaknya terhadap iklim. Selain itu, banyak generasi muda yang merasa AI bisa mengurangi peluang kerja. Meskipun ada kekhawatiran ini, beberapa ahli berpendapat bahwa sedikit rasa cemas bisa membantu mereka tetap waspada dan siap menghadapi perubahan di dunia kerja.