Huawei Kembali Jadi Raja Smartphone China dengan Prosesor Buatan Sendiri
Teknologi
Gadgets dan Wearable
14 Jan 2026
94 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Huawei berhasil merebut kembali posisi teratas di pasar smartphone Tiongkok setelah menghadapi sanksi AS.
Pengembangan prosesor buatan sendiri menjadi faktor kunci dalam pemulihan Huawei.
Persaingan di pasar smartphone Tiongkok semakin ketat, dengan perusahaan domestik berusaha memperluas jangkauan ke pasar internasional.
Huawei berhasil bangkit kembali di pasar smartphone China pada tahun 2025 setelah menghadapi sanksi ketat dari Amerika Serikat yang membatasi akses mereka terhadap chip canggih. Sebagai solusi, Huawei mengembangkan dan memasang prosesor yang dirancang serta diproduksi secara lokal di dalam negeri.
Menurut laporan dari IDC, Huawei berhasil mengirimkan 46,7 juta unit smartphone di China, sedikit mengungguli Apple yang mengirimkan 46,2 juta iPhone. Pangsa pasar Huawei mencapai 16,4% sementara Apple berada di 16,2%, menandai kemenangan penuh tahun pertama Huawei sejak sanksi diterapkan.
Walaupun pengiriman Huawei sedikit menurun sebesar 1,9% dari tahun sebelumnya, Apple justru mencatat pertumbuhan 4% dalam penjualan iPhone di pasar China. Ini menunjukkan persaingan ketat namun Huawei mampu mempertahankan posisi teratasnya.
Kecanggihan teknologi Kirin 9030 yang dikembangkan Huawei menjadi faktor penting dalam kesuksesan produk flagship seperti Mate 80 Pro Max. Perkembangan chip dalam negeri memungkinkan Huawei meningkatkan kualitas dan performa smartphone mereka.
Persaingan pasar pun bergeser, dengan beberapa produsen domestik China mengalihkan fokus ekspansi mereka ke pasar internasional seperti India dan Afrika, menghindari benturan langsung dengan Huawei yang mulai kuat kembali di pasar lokal.
Analisis Ahli
Will Wong
Perbaikan terus-menerus dalam produksi chip internal Huawei menjadi kunci utama dalam momentum pengiriman mereka yang terus bertumbuh di pasar domestik.

