Data Center dan AI: Tantangan Besar dalam Permintaan Energi Global 2030
Sains
Iklim dan Lingkungan
27 Nov 2025
234 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pusat data menyumbang peningkatan signifikan dalam permintaan listrik, tetapi sektor lain seperti transportasi listrik juga mengalami pertumbuhan yang lebih besar.
Elektrifikasi menjadi pendorong utama bagi industri yang ingin tetap kompetitif di tengah fluktuasi harga energi.
Kenaikan permintaan energi global dipicu oleh pertumbuhan populasi dan peningkatan kebutuhan untuk pendinginan dan pemanasan.
Permintaan energi listrik di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat secara signifikan hingga tahun 2030, dipicu oleh berbagai faktor seperti elektrifikasi kendaraan, industri, dan peningkatan penggunaan teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI). Data center menjadi sorotan utama karena kebutuhan energinya yang tinggi, terutama setelah popularitas AI melonjak tajam.
Menurut laporan International Energy Agency (IEA), sektor industri non-berat akan mengalami peningkatan konsumsi energi yang paling besar, yakni tambahan 1.533 terawatt jam listrik antara 2024 dan 2030. Sedangkan konsumsi energi data center juga meningkat sebesar 530 terawatt jam pada periode yang sama, setara dengan konsumsi tahunan 50 juta rumah tangga di Amerika Serikat.
IEA menjelaskan bahwa meskipun data center menyumbang sekitar 8% dari kenaikan total permintaan listrik, sektor lain seperti transportasi listrik, pendinginan ruangan, dan peralatan rumah tangga juga menjadi penggerak utama pertumbuhan konsumsi energi. Dalam beberapa wilayah, seperti Virginia di Amerika Serikat, data center sudah menyerap hingga 25% dari total energi listrik.
Terdapat beberapa skenario berdasarkan berbagai asumsi, di mana jika penggunaan AI semakin cepat berkembang, kontribusi data center terhadap permintaan listrik global bisa mencapai 12% pada tahun 2030 dan bahkan 4,4% dari keseluruhan permintaan listrik global pada tahun 2035. Sebaliknya, jika efisiensi energi semakin baik, kontribusi ini bisa ditekan sampai 2,6% di 2035.
Tren elektrifikasi yang pesat tidak hanya terjadi pada kendaraan dan data center, tapi juga di sektor industri dan kebutuhan pendinginan yang sehari-hari sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwa penting bagi dunia untuk memprioritaskan pengembangan energi yang bersih dan efisien agar bisa mengimbangi tuntutan kebutuhan listrik yang terus naik tanpa memperparah dampak lingkungan.
Analisis Ahli
Fatih Birol (Direktur Eksekutif IEA)
Penting bagi industri data center dan sektor lain untuk terus mendorong penghematan energi dan investasinya pada energi terbarukan agar pertumbuhan konsumsi energi tidak berujung pada krisis iklim.Andrew Ng (Pakar AI)
Kemajuan AI membawa dampak besar pada permintaan komputasi, namun teknologi efisiensi dan infrastruktur harus berkembang sejalan untuk mendukungnya secara berkelanjutan.
