Peluang Besar Perusahaan Tiongkok dari Kekurangan Pasokan AS dalam Infrastruktur AI
Bisnis
Ekonomi Makro
24 Nov 2025
46 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Permintaan global untuk infrastruktur AI menciptakan peluang bagi pemasok China.
Ketegangan geopolitik mempengaruhi keputusan pembelian produk teknologi di AS.
Pembangunan proyek besar di berbagai wilayah dunia membuka jalan bagi pertumbuhan ekspor dari perusahaan listrik China.
Perlombaan mengembangkan kecerdasan buatan (AI) memicu pembangunan pembangkit listrik dan peningkatan jaringan listrik lama di berbagai negara. Permintaan ini menciptakan peluang bisnis bagi perusahaan peralatan listrik, terutama dari Tiongkok yang kini semakin mendapat keuntungan.
AS, di bawah pengaruh kebijakan Donald Trump, mendorong perusahaan teknologi besar seperti Meta dan SoftBank untuk berinvestasi pada infrastruktur AI. Namun, AS lebih banyak membeli peralatan dari Jepang dan Korea Selatan karena ketegangan politik dengan Tiongkok.
Karena perusahaan Jepang dan Korea menghadapi antrian pesanan yang sangat panjang hingga tiga tahun, perusahaan dari negara berkembang dan pemasok Tiongkok mulai mengisi kekosongan pasar dengan menyediakan peralatan listrik penting seperti transformator dan GIS.
Ekspor peralatan listrik Tiongkok ke AS meningkat signifikan, dengan nilai eksport transformator melonjak 37,8 persen dan GIS naik 28,5 persen dalam sepuluh bulan pertama tahun ini. Tren ini jauh melampaui kenaikan ekspor umum Tiongkok yang hanya 5,3 persen.
Para analis memperkirakan siklus naik permintaan dari pemasok Tiongkok akan berlanjut selama Donald Trump masih berperan penting dalam kebijakan perdagangan AS, sehingga membuka peluang besar bagi perusahaan Tiongkok untuk memperkuat posisi mereka di pasar internasional.
Analisis Ahli
Pierre Lau Hin-tat
Ketegangan geopolitik membuat AS lebih memilih produk Jepang dan Korea, namun kapasitas kedua negara yang terbatas dalam memenuhi demand membuka peluang bagi pemasok dari negara berkembang termasuk Tiongkok.
