
Courtesy of SCMP
Kenapa Saham China Jadi Pilihan Utama Investor Global di 2026
Memberikan gambaran positif tentang potensi kenaikan saham China di tahun 2026 sebagai alternatif investasi diversifikasi global di tengah tantangan pasar saham AS, penting untuk membantu investor mengambil keputusan yang informatif.
13 Jan 2026, 14.56 WIB
125 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Saham Tiongkok diharapkan menjadi pilihan menarik bagi investor karena faktor diversifikasi.
- Inovasi dan kebijakan likuiditas di Tiongkok dipandang sebagai pendorong utama pertumbuhan pasar saham.
- Pertumbuhan laba yang diharapkan sebesar 10% akan lebih berkontribusi pada kenaikan nilai saham dibandingkan dengan ekspansi valuasi.
Shanghai, Cina - UBS Group memberikan pandangan optimis terhadap pasar saham China di tahun 2026. Mereka melihat China sebagai pilihan penting bagi investor global yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka, terutama ketika pasar saham Amerika Serikat sedang mengalami tantangan akibat valuasi yang sudah sangat tinggi dan ketidakpastian kebijakan bank sentral AS.
China dikenal sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia dan terus mengembangkan kemampuannya dalam inovasi teknologi, terutama dalam mengadopsi kecerdasan buatan di berbagai industri tradisional. Kondisi ini diyakini akan mendorong kenaikan nilai saham di bursa China pada tahun 2026.
Para eksekutif senior UBS juga memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan di China akan menjadi pendorong utama kenaikan harga saham, dengan estimasi pertumbuhan laba sekitar 10 persen tahun ini. Ini menunjukkan bahwa kenaikan pasar saham China didukung oleh fundamental yang kuat, bukan hanya pergerakan harga saja.
Thomas Fang, kepala pasar global China di UBS, menyatakan bahwa semakin banyak modal global akan masuk ke pasar China karena fokus investor yang kini lebih tajam pada diversifikasi investasi. Hal ini juga didukung oleh kebijakan moneter yang mendukung dan potensi aliran dana dari tabungan domestik masyarakat China.
Saham China bahkan mencatat kinerja yang lebih baik daripada saham Amerika Serikat sepanjang tahun sebelumnya. Dengan dorongan bagi kemandirian teknologi dan peningkatan bobot industri strategis yang sedang berkembang, minat investor global terhadap pasar saham China diperkirakan akan terus meningkat tahun ini.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/business/china-business/article/3339725/ubs-conveys-upbeat-note-chinese-stocks-2026-global-investors-seek-diversification?module=top_story&pgtype=section
[1] https://www.scmp.com/business/china-business/article/3339725/ubs-conveys-upbeat-note-chinese-stocks-2026-global-investors-seek-diversification?module=top_story&pgtype=section
Analisis Ahli
Thomas Fang
"Pasar China akan menarik lebih banyak alokasi modal global berkat inovasi dan dukungan kebijakan yang memadai."
Analisis Kami
"Dengan fokus kuat pada inovasi dan AI, saham China memiliki potensi besar untuk menggeser dominasi pasar AS di tahun-tahun mendatang. Namun, risiko geopolitik dan ketidakpastian regulasi tetap perlu diwaspadai oleh investor internasional agar tidak terjebak dalam volatilitas pasar yang tinggi."
Prediksi Kami
Investasi global ke aset China akan meningkat tajam, didorong oleh fokus investasi yang lebih beragam dan kebijakan dukungan likuiditas yang memadai.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diharapkan UBS tentang pasar saham Tiongkok di tahun 2026?A
UBS mengharapkan pasar saham Tiongkok akan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan menjadi alternatif menarik bagi investor.Q
Mengapa investor global tertarik pada aset Tiongkok?A
Investor global tertarik pada aset Tiongkok karena mereka mencari diversifikasi dari ekuitas AS yang mengalami tantangan.Q
Apa yang diharapkan UBS untuk pertumbuhan laba di Tiongkok?A
UBS memperkirakan pertumbuhan laba di Tiongkok akan mencapai 10% pada tahun ini.Q
Apa peran inovasi dan AI dalam proyeksi UBS untuk saham Tiongkok?A
Inovasi dan adopsi AI di industri tradisional diharapkan akan mendukung pertumbuhan saham Tiongkok.Q
Bagaimana kebijakan Federal Reserve mempengaruhi minat terhadap saham Tiongkok?A
Kebijakan Federal Reserve yang ketat dan ketidakpastian ekonomi AS mendorong investor untuk mencari peluang di pasar Tiongkok.