TLDR
China melakukan eksperimen baterai di stasiun luar angkasa Tiangong. Zhang Hongzhang adalah astronaut kedua yang terbang ke luar angkasa dari China. Penelitian ini dapat membantu dalam pengembangan baterai yang lebih aman dan kuat untuk eksplorasi luar angkasa. China telah mengirim astronot sipil keduanya, Zhang Hongzhang, ke stasiun luar angkasa Tiangong untuk melakukan eksperimen penting terkait baterai lithium-ion. Eksperimen ini bertujuan memahami bagaimana kondisi gravitasi di luar angkasa mempengaruhi performa baterai, yang sangat penting untuk eksplorasi luar angkasa.Zhang Hongzhang merupakan profesor dari Dalian Institute of Chemical Physics dan ahli di bidang baterai lanjutan. Pengalamannya sangat berguna untuk penelitian yang berusaha menghasilkan baterai yang lebih aman dan memiliki kapasitas tenaga lebih besar untuk mendukung operasional dalam kondisi ekstrim ruang angkasa.Ini merupakan bagian dari misi Shenzhou-21 yang juga membawa tiga astronot lainnya ke Tiangong. Proyek ini didukung oleh kerja sama intens antara tim di luar angkasa dan peneliti di darat agar data dan pengujian dapat maksimal.Sebelumnya, astronot sipil pertama China, Gui Haichao, seorang profesor dan insinyur dirgantara, juga telah berkontribusi pada penelitian di luar angkasa. Langkah ini menunjukkan komitmen China dalam memanfaatkan talenta sipil untuk misi yang secara teknis kompleks.Hasil dari eksperimen ini diharapkan bisa meningkatkan teknologi baterai, tidak hanya untuk kebutuhan luar angkasa, tetapi juga aplikasi teknologi di bumi. Studi ini membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi energi yang lebih efisien dan aman di masa depan.