China Siap Selamatkan Tiga Astronot Terjebak di Tiangong karena Sampah Antariksa
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
13 Nov 2025
45 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Astronaut Tiongkok terpaksa memperpanjang misi mereka di luar angkasa akibat puing-puing luar angkasa.
Shenzhou-20 merupakan kapsul yang digunakan untuk membawa astronaut kembali ke Bumi.
Insiden ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh program luar angkasa terkait dengan puing-puing yang mengorbit Bumi.
Tiga astronot China, Wang Jie, Chen Zhongrui, dan Chen Dong, harus memperpanjang masa tinggal mereka di stasiun luar angkasa Tiangong setelah kapsul kembali mereka rusak setelah tertabrak oleh sampah antariksa. Hal ini menyebabkan jadwal pulang mereka mengalami penundaan sementara para insinyur mempersiapkan kapsul cadangan.
Badan Antariksa Berawak China (CMSA) memastikan bahwa ketiga astronot dalam kondisi baik dan tetap menjalankan kegiatan eksperimen ilmiah. Mereka bahkan sudah melakukan latihan dan pemeriksaan bersama dengan awak Shenzhou-21 yang tiba pada awal November.
Tiangong adalah stasiun luar angkasa yang terdiri dari tiga modul dan ukuran sekitar setengah dari Stasiun Luar Angkasa Internasional. Desainnya memadai untuk menampung dua tim astronot sehingga walaupun lebih padat, mereka masih bisa bekerja dan hidup dengan nyaman.
Kepala tim astronot Chen Dong kini memecahkan rekor total hari terlama di ruang angkasa. Perpanjangan waktu tinggalnya akibat insiden ini meningkatkan catatannya lebih jauh yang menambah prestasi pribadi dan China dalam program luar angkasa.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting akan risiko yang ditimbulkan oleh sampah antariksa yang semakin banyak. Insiden yang terjadi menunjukkan pentingnya kesiapan sistem penyelamatan luar angkasa dan pengelolaan sampah orbit untuk keselamatan masa depan misi antariksa.
Analisis Ahli
Dr. Michael Sheetz (insinyur penerbangan dan ruang angkasa)
Kejadian ini adalah pengingat kuat bahwa keberadaan sampah antariksa harus menjadi perhatian utama dalam rancangan misi ruang angkasa selanjutnya. Tanpa langkah serius dalam pengurangan sampah, risiko insiden serupa akan terus meningkat.

