Ledakan Industri AI Dongkrak Permintaan Tembaga, Indonesia Siap Untung Besar
Courtesy of CNBCIndonesia

Ledakan Industri AI Dongkrak Permintaan Tembaga, Indonesia Siap Untung Besar

Menjelaskan bagaimana ledakan industri AI akan meningkatkan permintaan tembaga yang dapat memberikan keuntungan besar bagi Indonesia sebagai salah satu produsen dan pengolah tembaga terbesar di dunia.

08 Jan 2026, 21.10 WIB
69 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Permintaan tembaga diperkirakan akan meningkat hingga 50 persen pada tahun 2040.
  • Kekurangan pasokan tembaga bisa mencapai 10 juta ton setiap tahun jika tidak ada tambahan sumber pasokan.
  • Indonesia memiliki smelter tembaga terbesar di dunia yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia.
Jakarta, Indonesia - Permintaan tembaga dunia diperkirakan meningkat drastis hingga 50 persen pada tahun 2040 karena perkembangan pesat industri berbasis kecerdasan buatan (AI) dan produk pertahanan. Hal ini memicu kenaikan kebutuhan tembaga dari sektor teknologi dan elektronik yang sangat bergantung pada logam pengantar listrik terbaik ini.
Sementara itu, pasokan tembaga global menghadapi tantangan besar dengan potensi kekurangan produksi mencapai 10 juta ton setiap tahunnya jika tidak ada ekspansi tambang baru maupun daur ulang yang memadai. Keadaan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan tembaga di pasar dunia.
Indonesia sebagai negara produsen tembaga dengan fasilitas pengolahan besar, khususnya smelter terbesar di dunia di JIIPE Gresik milik PT Freeport Indonesia, berpeluang memperoleh keuntungan besar dari lonjakan permintaan ini. Smelter tersebut mampu mengolah jutaan ton konsentrat tembaga dan menghasilkan katoda tembaga serta logam mulia lainnya.
Selain untuk industri AI dan robotik, permintaan tembaga juga terus naik akibat penggunaan kendaraan listrik yang semakin meluas. Meski permintaan dari industri elektronik seperti AC relatif stabil, kebutuhan dari sektor teknologi mutakhir tetap mendorong naiknya konsumsi tembaga secara keseluruhan.
Diperkirakan pada tahun 2040, kebutuhan tembaga global bisa mencapai 42 juta ton per tahun, naik signifikan dibanding 28 juta ton pada tahun 2025. Kondisi ini menuntut ketersediaan sumber pasokan baru agar kebutuhan industri tidak terbendung, membuka peluang besar bagi negara penghasil tembaga seperti Indonesia.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260108134447-37-700708/harta-karun-ri-makin-langka-seluruh-dunia-berebutan

Analisis Ahli

Dr. Agus Santoso (Ahli Ekonomi Sumber Daya Alam)
"Indonesia harus meningkatkan investasi dan teknologi di sektor tambang serta smelter untuk memenuhi lonjakan permintaan tembaga karena keberlanjutan pasokan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari ledakan AI."
Prof. Maya Hapsari (Pakarnya Material dan Logam)
"Tembaga adalah logam kunci yang tak tergantikan dalam pengembangan teknologi modern seperti AI dan kendaraan listrik. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengembangkan kemampuan hilirisasi tembaga agar nilai tambah industri tetap besar."

Analisis Kami

"Indonesia memiliki peluang strategis untuk mendapatkan keuntungan besar dalam rantai pasokan global tembaga, apalagi dengan keberadaan smelter terbesar di dunia. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan penambangan dan pengolahan berjalan berkelanjutan serta responsif terhadap perubahan permintaan industri AI yang sangat dinamis."

Prediksi Kami

Dengan lonjakan permintaan dan kekurangan pasokan tembaga global, Indonesia berpotensi menjadi pemain kunci dalam industri tembaga dunia jika mampu mengelola produksi dan ekspor secara efisien.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan peningkatan permintaan tembaga di masa depan?
A
Peningkatan permintaan tembaga disebabkan oleh ledakan industri berbasis AI dan pertahanan.
Q
Mengapa dunia diperkirakan akan kekurangan pasokan tembaga?
A
Dunia diperkirakan akan kekurangan pasokan tembaga karena tidak ada tambahan pasokan dari tambang baru atau daur ulang.
Q
Apa saja industri yang berkontribusi terhadap naiknya permintaan tembaga?
A
Industri robot, AI, dan mobil listrik berkontribusi terhadap naiknya permintaan tembaga.
Q
Di mana lokasi smelter tembaga terbesar di dunia?
A
Smelter tembaga terbesar di dunia terletak di JIIPE, Gresik.
Q
Siapa yang mengelola smelter tembaga di JIIPE, Gresik?
A
PT Freeport Indonesia mengelola smelter tembaga di JIIPE, Gresik.