Presiden Resmikan Smelter Freeport, Investasi Besar Tingkatkan Hilirisasi Tembaga
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
18 Mar 2025
79 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Investasi baru di smelter tembaga PT Freeport Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memanfaatkan sumber daya lokal.
Perbaikan smelter yang sempat terbakar menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus beroperasi dan memenuhi kebutuhan industri.
Kawasan Ekonomi Khusus di Gresik menjadi lokasi strategis untuk pengembangan industri hilir di Indonesia.
Pada tanggal 17 Maret 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di smelter tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terletak di Gresik, Jawa Timur. Dalam acara tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa ada tambahan investasi sekitar Rp 6-7 triliun untuk dua proyek pabrik baru di smelter tersebut. PTFI juga sedang memperbaiki smelter tembaga keduanya setelah mengalami kebakaran pada Oktober 2024, dan rencananya akan memulai uji coba fasilitas tersebut pada pertengahan Maret 2025.
Smelter ini memiliki kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan dapat memproduksi sekitar 600.000-700.000 katoda tembaga setiap tahunnya. Dengan adanya dua smelter ini, PTFI dapat memurnikan total 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, yang akan menghasilkan 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 200 ton perak. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen PTFI terhadap izin usaha yang diterbitkan pada tahun 2018.
Analisis Ahli
Ahmad Djauhari
Peresmian fasilitas PMR akan memberikan dampak positif terhadap efisiensi produksi dan penyerapan hasil tambang di dalam negeri, sekaligus membuka peluang tambahan lapangan kerja di sektor industri pengolahan tembaga.Siti Nurbaya
Perbaikan smelter dan dukungan investasi baru menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong pengembangan industri hilir pertambangan, yang akan memperbaiki neraca perdagangan dan ekonomi nasional.

