
Courtesy of NatureMagazine
Material Baru yang Bisa Ganti Warna dan Tekstur Seperti Kulit Gurita
Mengembangkan material baru yang mampu mengubah warna dan tekstur permukaannya secara dinamis dan reversible, seperti kulit octopus, yang berpotensi digunakan dalam produk konsumen dan bangunan untuk mengubah tampilan secara on demand.
07 Jan 2026, 07.00 WIB
20 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Bahan baru ini dapat mengubah warna dan tekstur permukaan secara dinamis.
- Penelitian ini terinspirasi oleh kemampuan kamuflase kulit gurita.
- Bahan ini memiliki potensi aplikasi yang luas dalam produk konsumen dan desain bangunan.
Stanford, Amerika Serikat - Para peneliti berhasil menciptakan material baru yang mampu mengubah warna dan tekstur permukaannya secara dinamis, terinspirasi dari kulit gurita yang dapat berubah untuk berkamuflase. Inovasi ini menggunakan bahan polimer yang khusus dapat menyerap dan melepaskan air sehingga permukaannya bisa berubah bentuk sesuai kondisi lingkungan.
Material ini dibuat dengan menempatkan lapisan polimer bernama PEDOT:PSS yang sudah dikenal dalam teknologi elektronik dan solar panel, lalu membentuk pola tertentu menggunakan sinar elektron. Pola ini memungkinkan bagian-bagian material menyerap air dengan intensitas berbeda sehingga permukaannya berubah menjadi tonjolan atau lekukan yang mempengaruhi cara cahaya dipantulkan.
Ketika material ini terkena air, bentuk permukaannya berubah sehingga tekstur berubah dari matte menjadi lebih mengkilap. Proses ini juga bersifat reversible jika diberi larutan alkohol tertentu seperti 2-propanol yang menyebabkan polimer melepaskan air dan kembali ke bentuk awalnya.
Teknologi ini membuka banyak kemungkinan aplikasi baru, dari produk konsumen yang dapat berganti warna atau tampilan hingga bangunan yang fasadnya dapat berubah sesuai keinginan atau kondisi lingkungan. Kemampuan ini meniru kemampuan luar biasa alam dan bisa membawa revolusi baru di bidang material adaptif.
Menurut para ahli, material ini merupakan langkah inovatif yang unik dan praktis. Kedepannya, pengembangan lebih lanjut bisa mengarah pada penggunaan yang lebih luas di berbagai bidang seperti desain, fashion, dan arsitektur canggih, memberikan kontrol estetika yang sebelumnya sulit dicapai.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00052-7
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00052-7
Analisis Ahli
Philippe Lalanne
"Demonstrasi ini cukup unik dan membuka peluang untuk produk konsumen dan bangunan yang dapat mengubah tampilannya secara luar biasa dan praktis."
Analisis Kami
"Inovasi ini membuka dimensi baru dalam material adaptif, memadukan kimia dan nanoteknologi dengan kejeniusan natural berdasarkan adaptasi mahluk hidup. Selain potensi komersialnya, tantangan terbesar adalah mengoptimalkan ketahanan dan responsivitas material ini agar dapat diterapkan di lingkungan nyata secara efisien dan tahan lama."
Prediksi Kami
Di masa depan, teknologi ini dapat digunakan secara luas dalam industri fashion, desain interior, dan arsitektur untuk menciptakan produk dan bangunan yang secara aktif menyesuaikan penampilannya dengan lingkungan atau preferensi pengguna secara real-time.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terinspirasi oleh bahan baru yang dikembangkan oleh para peneliti?A
Bahan baru yang dikembangkan terinspirasi oleh kemampuan kulit gurita yang dapat berubah warna dan tekstur.Q
Apa fungsi dari PEDOT:PSS dalam penelitian ini?A
PEDOT:PSS berfungsi sebagai polimer yang dapat mengembang saat bersentuhan dengan air dan menyusut kembali saat terkena alkohol.Q
Bagaimana cara kerja bahan buatan ini dalam mengubah tekstur dan warna?A
Bahan buatan ini dapat mengubah tekstur dan warna dengan cara menyerap atau melepaskan air, yang mempengaruhi pantulan cahaya.Q
Siapa yang memimpin penelitian ini di Universitas Stanford?A
Penelitian ini dipimpin oleh Siddharth Doshi di Universitas Stanford.Q
Apa potensi aplikasi dari bahan yang telah dikembangkan ini?A
Potensi aplikasi bahan ini termasuk produk konsumen dan bangunan yang dapat mengubah penampilan sesuai kebutuhan.


