TLDR
Bahan baru ini dapat mengubah warna dan tekstur permukaan secara dinamis. Penelitian ini terinspirasi oleh kemampuan kamuflase kulit gurita. Bahan ini memiliki potensi aplikasi yang luas dalam produk konsumen dan desain bangunan. Para peneliti berhasil menciptakan material baru yang mampu mengubah warna dan tekstur permukaannya secara dinamis, terinspirasi dari kulit gurita yang dapat berubah untuk berkamuflase. Inovasi ini menggunakan bahan polimer yang khusus dapat menyerap dan melepaskan air sehingga permukaannya bisa berubah bentuk sesuai kondisi lingkungan.Material ini dibuat dengan menempatkan lapisan polimer bernama PEDOT:PSS yang sudah dikenal dalam teknologi elektronik dan solar panel, lalu membentuk pola tertentu menggunakan sinar elektron. Pola ini memungkinkan bagian-bagian material menyerap air dengan intensitas berbeda sehingga permukaannya berubah menjadi tonjolan atau lekukan yang mempengaruhi cara cahaya dipantulkan.Ketika material ini terkena air, bentuk permukaannya berubah sehingga tekstur berubah dari matte menjadi lebih mengkilap. Proses ini juga bersifat reversible jika diberi larutan alkohol tertentu seperti 2-propanol yang menyebabkan polimer melepaskan air dan kembali ke bentuk awalnya.Teknologi ini membuka banyak kemungkinan aplikasi baru, dari produk konsumen yang dapat berganti warna atau tampilan hingga bangunan yang fasadnya dapat berubah sesuai keinginan atau kondisi lingkungan. Kemampuan ini meniru kemampuan luar biasa alam dan bisa membawa revolusi baru di bidang material adaptif.Menurut para ahli, material ini merupakan langkah inovatif yang unik dan praktis. Kedepannya, pengembangan lebih lanjut bisa mengarah pada penggunaan yang lebih luas di berbagai bidang seperti desain, fashion, dan arsitektur canggih, memberikan kontrol estetika yang sebelumnya sulit dicapai.