Material Pintar Baru yang Bisa Berubah Bentuk Sesuai Intensitas Cahaya
Sains
Fisika dan Kimia
17 Nov 2025
59 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan sistem polimer supramolekul yang dapat beradaptasi merupakan langkah maju dalam material pintar.
Sistem ini dapat mengubah struktur berdasarkan intensitas cahaya, mirip dengan organisme hidup.
Penelitian ini memiliki potensi untuk aplikasi di berbagai bidang, seperti sensor dinamis dan sistem pengiriman obat.
Para ilmuwan dari Universitas Chiba di Jepang telah menciptakan material pintar yang dapat mengubah bentuknya dalam tiga dimensi berdasarkan intensitas cahaya. Material ini merupakan polimer supramolekuler yang terdiri dari molekul khusus yang menggabungkan bagian yang peka terhadap cahaya bernama azobenzene dengan inti merocyanine berbasis asam barbiturat.
Pada kondisi pencahayaan biasa, molekul ini membentuk struktur nanofiber satu dimensi yang melingkar, kemudian berkembang menjadi lembaran dua dimensi yang lebih stabil secara termodinamik. Namun, ketika terkena sinar ultraviolet yang kuat, struktur ini kembali berubah menjadi nanofiber linear satu dimensi akibat perubahan bentuk molekul azobenzene melalui proses fotoisomerisasi.
Yang menarik, di bawah sinar UV yang lemah, lembaran nanosheet yang kecil akan larut, sementara yang besar tumbuh ke arah vertikal, membentuk struktur tiga dimensi kompleks. Proses ini berlangsung melalui mekanisme Ostwald ripening, di mana partikel kecil menghilang dan menambah lapisan pada partikel yang lebih besar.
Penemuan ini menandai sebuah terobosan penting untuk membuat bahan yang bisa hidup dengan cara menyesuaikan bentuk dan fungsi secara dinamis sesuai dengan kebutuhan atau stimulus dari lingkungan sekitarnya. Hal ini meniru cara kerja organisme hidup yang mampu berubah responsif terhadap energinya.
Ke depan, teknologi ini berpotensi digunakan untuk membuat permukaan yang dapat memperbaiki diri sendiri, sensor yang bisa berubah fungsi sesuai kondisi, sistem pengiriman obat yang menyesuaikan kondisi tubuh, serta teknologi pengumpulan energi yang bisa beradaptasi secara otomatis.
Analisis Ahli
Profesor Shiki Yagai
Sistem supramolekuler ini membuka peluang penciptaan material yang berfungsi seperti makhluk hidup, mampu merespons intensitas energi eksternal secara adaptif dan dinamis.

