Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Chip Memori di China Melonjak, Para Pembeli Malah Menjauh

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (2mo ago) investment-and-capital-markets (2mo ago)
07 Jan 2026
142 dibaca
2 menit
Harga Chip Memori di China Melonjak, Para Pembeli Malah Menjauh

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan harga chip memori di pasar China disebabkan oleh pasokan global yang ketat.
Harga yang melonjak membuat banyak pembeli menghindar dari pasar.
DDR5 merupakan produk chip memori yang paling banyak dicari oleh konsumen.
Pasar chip memori di China kini sedang mengalami kenaikan harga yang sangat tajam karena ketersediaan chip memori di seluruh dunia yang semakin terbatas. Hal ini membuat harga di pasar sekunder di Shenzhen, yang dikenal sebagai pusat grosir elektronik terbesar, meroket dalam beberapa bulan terakhir. Para pedagang di Huaqiangbei mengungkapkan bahwa meskipun harga jual chip semakin mahal, jumlah pembeli justru menurun drastis. Mereka merasa harga yang terlalu tinggi membuat konsumen ragu untuk melakukan pembelian, sehingga malah berpengaruh buruk terhadap volume transaksi di pasar. Salah satu produk yang paling diminati adalah DDR5, jenis memori komputer terbaru yang dipakai di PC, smartphone, dan server. Harga satu stik memori DDR5 dengan kapasitas 256 gigabyte kini mencapai lebih dari 40.000 yuan, bahkan ada yang menawarkannya hampir 50.000 yuan. Jika dihitung, sekotak berisi 100 stik memori bisa mencapai nilai sekitar 5 juta yuan, sebuah angka yang tak biasa untuk sebuah pengiriman barang elektronik dan bahkan nilainya melebihi banyak properti di kota besar seperti Shanghai. Kondisi ini membuat banyak pelaku industri mengkhawatirkan kelangsungan pasar memori di masa depan. Kondisi ini menunjukkan adanya dilema besar dalam industri semikonduktor; walaupun pasokan ketat dan harga naik, kelebihan harga justru membuat pembeli menjauh. Ini menuntut penyesuaian harga yang lebih realistis agar pasar sekunder tidak kehilangan fungsinya dan bisa kembali menarik pembeli.

Analisis Ahli

Mark Li (Analis Pasar Semikonduktor)
Harga chip semikonduktor memang sedang naik karena gangguan rantai pasok global, tapi kenaikan yang terlalu tinggi akan menyebabkan penurunan konsumsi dan pelambatan siklus pasar.
Dr. Wang Rui (Ekonom dan Pengamat Industri Teknologi)
Dengan harga yang tidak proporsional seperti sekarang, pasar sekunder bisa kehilangan fungsinya sebagai alternatif bagi pengguna yang membutuhkan komponen dengan cepat dan harga masuk akal.