Harga Tablet Xiaomi dan Honor Naik Akibat Lonjakan Biaya Chip Memori
Teknologi
Gadgets dan Wearable
17 Des 2025
215 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kenaikan harga tablet oleh Xiaomi dan Honor disebabkan oleh lonjakan biaya chip memori.
Chip memori seperti DRAM dan NAND mengalami peningkatan harga yang signifikan.
Perusahaan teknologi harus menyesuaikan harga produk mereka untuk mengatasi peningkatan biaya produksi.
Pasokan produk memori untuk perangkat elektronik semakin ketat akibat perubahan fokus produsen chip ke teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini menyebabkan kenaikan harga chip memori seperti DRAM dan NAND flash, yang sangat dibutuhkan dalam pembuatan smartphone, tablet, dan komputer pribadi.
Perusahaan China seperti Xiaomi dan Honor mengalami tekanan biaya yang meningkat, sehingga mereka memutuskan untuk menaikkan harga tablet mereka untuk menutupi biaya komponen yang melonjak. Kenaikan ini diberlakukan pada produk-produk seperti Redmi Pad 2 dan Xiaomi Pad 8 Pro.
Redmi Pad 2 yang awalnya dijual dengan harga 999 yuan kini dilepas dengan harga 1,199 yuan, sedangkan Xiaomi Pad 8 Pro naik dari harga peluncuran sebesar 3,899 yuan menjadi 4,099 yuan. Honor juga mulai menyesuaikan harga tabletnya mengikuti tren kenaikan biaya ini.
Komponen memori seperti RAM dan ROM adalah kunci dalam menjalankan aplikasi dan menyimpan data di berbagai perangkat elektronik. Karena ketatnya pasokan dan tingginya permintaan untuk chip ini akibat AI, harganya pun naik drastis di pasar global.
Para konsumen diharapkan memahami kondisi ini, namun kemungkinan besar harga perangkat elektronik akan terus naik jika situasi suplai chip tidak membaik. Produsen perangkat harus mencari solusi agar tidak terlalu terdampak oleh fluktuasi harga komponen utama.
Analisis Ahli
Lin Lin
Situasi industri chip memori saat ini adalah tantangan besar, tetapi juga peluang untuk perkembangan teknologi RAM dan ROM yang lebih efisien di masa depan.

