Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Robot AI Pertama di Dunia Berhasil Operasi Mandiri Dengan Presisi Tinggi

Teknologi
Robotika
SCMP SCMP
07 Jan 2026
21 dibaca
2 menit
Robot AI Pertama di Dunia Berhasil Operasi Mandiri Dengan Presisi Tinggi

Rangkuman 15 Detik

Robot bedah otonom dapat menyelesaikan hampir semua langkah dalam prosedur bedah dengan sedikit intervensi manusia.
Model AI Neuron yang digunakan oleh robot Toumai memberikan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan klinis dalam bedah.
Percobaan ini merupakan langkah maju dalam teknologi bedah, menunjukkan potensi besar penggunaan AI dalam meningkatkan prosedur medis.
Sebuah robot bedah yang dikembangkan oleh perusahaan China bernama Shanghai MicroPort MedBot berhasil melakukan operasi bilier secara mandiri pada seekor babi seberat 30 kilogram. Percobaan ini dilakukan pada 24 Desember menggunakan model AI khusus yang disebut Neuron multimodal surgical model. Robot ini mampu melakukan sebagian besar langkah operasi tanpa bantuan manusia. Robot yang diberi nama Toumai ini mengerjakan 88 persen langkah dasar secara otonom pada percobaan pertama. Setelah itu, robot melakukan penyesuaian dan koreksi secara real-time untuk menyelesaikan operasi. Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas robot dalam mengikuti prosedur bedah dengan presisi tinggi dan kemampuan adaptasi selama operasi berlangsung. Model AI yang menjadi 'otak' robot ini dilatih menggunakan 3 miliar parameter dan 23 ribu klip video bedah. Hal ini memungkinkan robot untuk meniru cara pengambilan keputusan dari ahli bedah senior dan menyesuaikan strategi operasi dengan kondisi nyata selama operasi. Percobaan ini menandai pencapaian dunia pertama dalam operasi robotik yang sepenuhnya otonom, berbeda dari metode sebelumnya yang masih mengandalkan kendali manusia dari jarak jauh. Inovasi ini dipandang sebagai langkah besar dalam mendukung ahli bedah untuk bekerja lebih cepat dan lebih akurat dengan bantuan teknologi terbaru. Menurut Brian Chang, kepala medis MedBot, teknologi AI model besar ini dapat meningkatkan kualitas operasi dengan presisi dan konsistensi yang lebih baik, tentunya masih di bawah pengawasan klinis ahli bedah. Ke depan, teknologi ini berpotensi merevolusi cara operasi dilakukan di rumah sakit di seluruh dunia.

Analisis Ahli

Brian Chang
Mengatakan bahwa milestone ini membuktikan bagaimana AI model besar dapat menjadi alat yang sangat kuat untuk mendukung ahli bedah, meningkatkan presisi dan konsistensi di bawah pengawasan klinis ahli.