Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Jejak Harimau Ditemukan di Lokasi Proyek Ponpes, BKSDA Lakukan Pemantauan

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (3mo ago) climate-and-environment (3mo ago)
05 Jan 2026
20 dibaca
1 menit
Jejak Harimau Ditemukan di Lokasi Proyek Ponpes, BKSDA Lakukan Pemantauan

Rangkuman 15 Detik

Jejak yang diduga berasal dari harimau ditemukan di lokasi pembangunan ponpes di Gunungkidul.
BKSDA menyatakan bahwa kawasan tersebut bukan habitat harimau, melainkan lahan pertanian.
Pekerja bangunan di lokasi mengklaim telah melihat harimau sebelumnya, tetapi BKSDA belum dapat memastikan keberadaan satwa tersebut.
Media sosial sedang ramai membahas jejak yang diduga berasal dari harimau di kawasan pembangunan Ponpes Panggul Kulon, Semanu, Gunungkidul. Jejak itu diketahui oleh para pekerja proyek dan menjadi perhatian banyak orang karena ukurannya yang besar, seperti telapak sapi. Namun, pihak BKSDA menyatakan lokasi tersebut merupakan lahan pertanian dengan aktivitas manusia yang ramai, sehingga bukan wilayah habitat alami macan atau harimau. Mereka menduga hewan tersebut hanya melintas, mungkin mencari air di telaga terdekat. Para pekerja dan warga sekitar, termasuk operator alat berat dan penduduk setempat, mengaku sering melihat harimau atau macan liar di area itu, khususnya saat musim kemarau. Mereka juga meyakini satwa itu tidak mengganggu dan sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. BKSDA sudah meninjau lokasi namun kesulitan mengumpulkan data karena jejak tersebut sudah hilang akibat hujan deras. Mereka berencana mendiskusikan kemungkinan pemasangan kamera trap untuk memantau keberadaan satwa tersebut agar dapat dipastikan jenisnya dengan lebih akurat. Situasi ini menunjukkan pentingnya pemantauan terus-menerus di daerah-daerah dekat permukiman yang berpotensi menjadi jalur satwa buas, agar keamanan manusia dan kelestarian satwa dapat terjaga dengan baik.

Analisis Ahli

dr. Agus Prabowo (ahli konservasi satwa liar)
Jejak harimau di luar habitat tradisional bukan hal yang aneh, terutama jika habitat aslinya terdesak. Pengawasan lebih ketat dan pelibatan komunitas lokal sangat penting untuk menjaga keselamatan manusia dan kelestarian satwa.