Stok Kartu Grafis di Jepang Terbatas, Harga Komponen Memori Melonjak Akibat AI
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
29 Des 2025
256 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kekurangan memori global berdampak signifikan pada produksi kartu grafis.
Toko-toko di Jepang mulai membatasi pembelian kartu grafis untuk mengatasi kekurangan stok.
Permintaan tinggi dari pusat data AI menjadi salah satu penyebab utama masalah ini.
Beberapa toko komputer di Jepang seperti Tsukomo eX mulai membatasi pembelian kartu grafis kelas atas karena stok yang semakin menipis. Pembatasan ini berlaku untuk kartu grafis dengan memori besar seperti GeForce RTX 5060 Ti 16 GB ke atas dan seri Radeon RX 9000 ke atas untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan.
Situasi saat ini disebabkan oleh kekurangan memori global yang dipicu oleh permintaan tinggi dari pusat data AI di seluruh dunia. Produsen memori memilih untuk mengurangi produksi karena kekhawatiran akan adanya gelembung pasar AI, sehingga stok chip DRAM dan GDDR yang digunakan untuk GPU menjadi langka.
Harga modul RAM dan SSD naik drastis hingga lebih dari 246% sepanjang tahun 2025, berdampak besar pada pembobot komputer dan SSD yang membuat para perakit dan produsen kesulitan memenuhi permintaan konsumen mereka. Beberapa produsen seperti Framework bahkan menghentikan penjualan RAM terpisah dan toko-toko lainnya menunda pesanan PC desktop hingga tahun depan.
Kartu grafis membutuhkan VRAM yang berbasis teknologi DRAM, sehingga berkurangnya produksi DRAM oleh tiga produsen utama chip berdampak langsung ke ketersediaan kartu grafis dari perusahaan besar seperti AMD, Intel, dan Nvidia. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa masalah pasokan akan sangat berpengaruh pada industri teknologi selama beberapa waktu ke depan.
Para pakar memprediksi bahwa kondisi ini tidak akan cepat membaik. Pembatasan produksi dan masalah rantai pasok akan terus mempengaruhi harga dan ketersediaan komponen di pasar, yang berarti konsumen harus bersabar dan menghadapi harga yang tinggi serta keterbatasan pilihan hingga tahun 2026.
Analisis Ahli
Linley Gwennap
Keterbatasan produksi DRAM yang berdampak langsung ke GPU menunjukkan bahwa ekosistem chip masih sangat rentan terhadap perubahan permintaan yang cepat, dan perusahaan harus mencari diversifikasi pasokan atau teknologi baru untuk mengatasi gangguan seperti ini.

