Kenaikan Harga RAM Gila-gilaan, Penjualan Motherboard Anjlok 50%
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
08 Des 2025
116 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kenaikan harga RAM berdampak besar pada penjualan motherboard dan produk terkait.
Permintaan dari pusat data AI menjadi faktor utama dalam lonjakan harga komponen komputer.
Gamer dan konsumen dihadapkan pada pilihan sulit akibat harga yang tidak terkendali, dengan beberapa menyerukan boikot.
Saat ini harga komponen utama PC, khususnya RAM DDR5, naik sangat drastis hingga melebihi harga beberapa produk elektronik populer lainnya seperti konsol PlayStation 5. Hal ini membuat banyak orang sulit untuk membeli atau meningkatkan komputer mereka.
Penjualan motherboard dari produsen besar seperti Asus, MSI, dan Gigabyte turun antara 40 sampai 50 persen karena kenaikan harga RAM yang sangat tinggi tersebut. Harga RAM sudah tidak stabil dan toko-toko juga sudah tidak memasang harga tetap lagi.
Penyebab utama kenaikan harga ini adalah permintaan besar dari pusat data AI yang membeli DRAM dalam jumlah besar untuk membangun infrastruktur komputasi mereka. Akibatnya, kapasitas produksi untuk pasar konsumen menjadi sangat terbatas.
Sebagai akibatnya, beberapa produsen GPU seperti AMD dan Nvidia juga mempertimbangkan untuk menaikkan harga kartu grafis hingga 10 persen dan berencana menghentikan produk low-end serta mid-range demi menjaga margin keuntungan.
Beberapa gamer bahkan menyerukan boikot pembelian RAM agar harga turun, tetapi para analis menilai langkah ini tidak akan efektif karena pendapatan utama produsen berasal dari sektor industri dan data center, bukan dari konsumen rumahan.
Analisis Ahli
Dr. Andi Wijaya (Teknologi Komputer)
Kenaikan harga RAM DDR5 memang tidak terhindarkan mengingat permintaan pesat dari AI datacenter. Namun strategi produsen lebih fokus ke keuntungan jangka panjang dari sektor enterprise daripada pasar konsumen yang lebih volatil.Prof. Sari Lestari (Ekonom IT)
Pasar PC personal akan tergoncang cukup lama jika pasokan DRAM tidak bertambah. Boikot konsumen kecil tidak akan cukup, karena pendapatan terbesar memang berasal dari industri besar.
