
Courtesy of CNBCIndonesia
Dilema Eropa antara Kejar AI dan Jaga Komitmen Perubahan Iklim
Menyampaikan dilema yang dihadapi Eropa antara mempercepat pengembangan teknologi AI yang sangat membutuhkan energi dan menjaga komitmen dalam melawan pemanasan global serta dampaknya terhadap kebijakan energi di Eropa.
29 Des 2025, 15.15 WIB
199 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Eropa sedang menghadapi dilema antara pengembangan teknologi AI dan komitmen terhadap perubahan iklim.
- Regulasi energi hijau di Eropa dapat mempengaruhi daya saing perusahaan teknologi, mendorong mereka untuk berpindah ke wilayah lain.
- Tantangan pasokan listrik yang konstan untuk data center menunjukkan perlunya solusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Jakarta, Indonesia - Negara-negara Eropa kini menghadapi dilema besar antara ingin mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sangat menjanjikan dan tetap menjaga janji mereka untuk melawan perubahan iklim global. Pengembangan AI membutuhkan pusat data yang sangat besar dan memakan banyak listrik, sehingga memicu ketegangan dengan regulasi energi hijau yang ketat.
Perusahaan teknologi di Eropa mulai merasakan dampak dari regulasi tersebut. Beberapa dari mereka bahkan memilih untuk memindahkan pusat data ke Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia yang memiliki regulasi energi yang lebih longgar dan pasokan listrik yang lebih stabil, meski menggunakan bahan bakar fosil.
Eropa sendiri mulai melonggarkan sejumlah regulasi lingkungan penting. Misalnya, larangan mobil berbahan bakar minyak bumi (BBM) yang rencananya diberlakukan mulai tahun 2035 ditunda. Selain itu, penerapan sistem emisi untuk gedung, angkutan darat, dan industri kecil juga mengalami penundaan.
Pendukung pengembangan AI mengklaim bahwa penggunaan energi fosil ini hanyalah sementara. Mereka optimis bahwa AI nantinya bisa membantu membuat sistem energi menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Namun, ancaman pemanasan global tetap menjadi tekanan berat yang tidak bisa diabaikan.
Para ahli memperingatkan bahwa Eropa sudah berada di jalan menuju peningkatan suhu global lebih dari 3 derajat Celcius. Ironisnya, energi hijau sekarang lebih banyak digunakan untuk mengoperasikan data center AI dibanding untuk menggantikan bahan bakar fosil, yang menunjukkan tantangan besar antara kemajuan teknologi dan pelestarian lingkungan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251229141828-37-697996/eropa-galau-batal-tunda-kiamat-takut-ditinggal-amerika
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251229141828-37-697996/eropa-galau-batal-tunda-kiamat-takut-ditinggal-amerika
Analisis Ahli
Dan Ives
"Eropa sedang di persimpangan jalan antara investasi besar-besaran dalam AI atau kekhawatiran kehilangan momentum teknologi karena regulasi energi yang ketat."
Paul Jackson
"Penyediaan listrik di Eropa masih menyisakan ketergantungan pada batu bara, dan beberapa komitmen mulai ditarik untuk menjaga kestabilan pasokan energi."
Kokou Agbo Bloua
"Pemanasan global sudah tidak terhindarkan, dan ironisnya energi hijau sekarang malah dialokasikan ke data center AI, bukan menggantikan bahan bakar fosil."
Analisis Kami
"Eropa memang berada dalam posisi yang sulit karena regulasi lingkungan yang ketat membatasi kemampuan untuk bersaing dalam era AI yang sangat bergantung pada energi besar. Solusi jangka panjang membutuhkan investasi besar dalam teknologi penyimpanan energi dan jaringan listrik yang lebih canggih agar tidak mengorbankan komitmen iklim demi kemajuan teknologi."
Prediksi Kami
Eropa kemungkinan akan terus melonggarkan regulasi lingkungan sementara dalam jangka pendek demi mengejar pengembangan teknologi AI, namun di masa depan akan muncul tekanan besar untuk kembali memperkuat kebijakan energi hijau akibat krisis iklim yang semakin nyata.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tantangan utama yang dihadapi Eropa dalam pengembangan teknologi AI?A
Tantangan utama yang dihadapi Eropa adalah kebutuhan listrik yang besar dari data center AI dan komitmen terhadap perubahan iklim.Q
Bagaimana regulasi energi hijau di Eropa mempengaruhi perusahaan teknologi?A
Regulasi energi hijau di Eropa mendorong perusahaan teknologi untuk berpindah ke wilayah lain seperti AS, Timur Tengah, dan Asia.Q
Apa dampak dari penundaan komitmen lingkungan Uni Eropa?A
Penundaan komitmen lingkungan Uni Eropa dapat memperlambat upaya untuk mengatasi perubahan iklim dan mengurangi emisi karbon.Q
Mengapa pasokan listrik yang konstan menjadi masalah bagi data center?A
Pasokan listrik yang konstan sulit dipenuhi oleh sumber energi terbarukan seperti angin atau surya yang tidak stabil.Q
Apa pandangan Kokou Agbo Bloua tentang penggunaan teknologi hijau?A
Kokou Agbo Bloua berpendapat bahwa teknologi hijau saat ini lebih digunakan untuk data center daripada untuk menggantikan bahan bakar fosil.



