Dampak Besar AI ChatGPT pada Krisis Air dan Listrik Masa Depan
Sains
Iklim dan Lingkungan
12 Jun 2025
101 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penggunaan kecerdasan buatan seperti ChatGPT membutuhkan energi dan air dalam jumlah besar.
Pernyataan Sam Altman tentang dampak penggunaan sumber daya oleh ChatGPT mendapatkan kritik karena kurangnya bukti yang kuat.
Microsoft dan organisasi lainnya berupaya mencari solusi untuk mengatasi dampak lingkungan dari data center mereka.
Perkembangan AI seperti ChatGPT menghadirkan manfaat teknologi canggih, tetapi juga meningkatkan konsumsi energi dan air di pusat data yang dapat memperparah krisis sumber daya alam. Sam Altman, pendiri OpenAI, menyatakan penggunaan listrik dan air per kueri ChatGPT relatif kecil. Namun, angka-angka tersebut dipertanyakan karena belum didukung data kuat dan memperhatikan keseluruhan penggunaan yang sangat besar.
Data menunjukkan ChatGPT dengan ratusan juta pengguna aktif menghasilkan miliaran kueri setiap hari, yang bila dikalkulasikan mengonsumsi puluhan juta galon air setiap tahunnya. Hal ini mengkhawatirkan karena Microsoft, penyedia pusat data, saat ini masih bergantung pada penggunaan air yang intensif untuk pendinginan, meskipun ada rencana teknologi ramah lingkungan yang belum direalisasikan.
Penelitian lain mengungkapkan model AI lama seperti GPT-3 juga sudah menghabiskan air dalam jumlah besar. Ditambah lagi, model AI yang lebih baru dan lebih canggih diprediksi menggunakan energi dan air lebih banyak. Selain itu, AI tidak hanya memproses teks, tetapi juga gambar yang lebih intensif sumber daya. Ini menunjukkan tantangan lingkungan yang signifikan di balik kemajuan AI generatif.
Selain masalah lingkungan, kehadiran AI berpotensi menghilangkan banyak pekerjaan yang selama ini menjadi mata pencaharian manusia. Sam Altman mengusulkan bahwa dunia akan menjadi lebih kaya dan manusia harus beradaptasi dengan perubahan ini. Sebuah ide pendapatan dasar universal sempat disinggung, tetapi dianggap kurang serius diperjuangkan dan lebih banyak fokus kepada kebebasan berinovasi tanpa regulasi ketat.
Kritik terhadap pandangan optimistis Altman dan oligarki teknologi menyebutkan bahwa mereka mengabaikan dampak serius terhadap planet dan masyarakat. Kebutuhan listrik dan air yang terus meningkat serta ketergantungan pada bahan bakar fosil akan berpotensi memicu krisis lingkungan sebelum solusi terbarukan ditemukan secara luas. Oleh karena itu, perhatian dan kebijakan yang lebih serius sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan AI.


