KPMG dan Firma Akuntansi Besar Manfaatkan AI Demi Efisiensi dan Talenta Baru
Courtesy of SCMP

KPMG dan Firma Akuntansi Besar Manfaatkan AI Demi Efisiensi dan Talenta Baru

Memperlihatkan bagaimana firma akuntansi besar menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja dan menarik talenta baru tanpa mengurangi jumlah karyawan, serta menunjukkan peran AI sebagai pelengkap manusia dalam pekerjaan akuntansi.

29 Des 2025, 11.00 WIB
241 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Firma akuntansi besar seperti KPMG, Deloitte, dan EY berinvestasi dalam AI untuk meningkatkan efisiensi.
  • Penggunaan AI diharapkan dapat menarik bakat baru dan memperluas peran akuntan.
  • Rekrutmen di industri akuntansi tidak berkurang meskipun ada adopsi teknologi baru.
Hong Kong, Cina - Di Hong Kong, beberapa firma akuntansi besar seperti KPMG, Deloitte, dan EY sedang meningkatkan jumlah pegawai mereka untuk tahun 2026. Ini dilakukan karena kebutuhan akan profesional yang mengerti teknologi semakin tinggi. Walaupun mereka memakai kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pekerjaan, mereka tidak berniat mengurangi jumlah tenaga kerja manusia mereka.
Andrew Wong, seorang partner di KPMG China, menyatakan bahwa AI tidak menggantikan manusia, tetapi melengkapinya. Penggunaan AI membantu meningkatkan kualitas audit dan efisiensi kerja, serta menjadi salah satu cara untuk menarik dan mempertahankan talenta muda yang ingin bekerja dengan teknologi baru.
AI di KPMG sangat berguna dalam menganalisis data besar, mendeteksi tren, dan menemukan anomali yang sulit dilihat dengan cara manual. Teknologi ini memungkinkan para akuntan untuk melaksanakan tugas yang lebih rumit dan berbeda, membuka peluang karir baru yang diharapkan sesuai dengan keinginan kaum muda profesional.
Selain KPMG, firma akuntansi besar lain juga sudah mulai mengumumkan rencana penambahan tenaga kerja dan menggunakan AI sebagai alat bantu. Mereka sepakat bahwa penggunaan AI harus dilihat sebagai pelengkap manusia, bukan pengganti pekerjaan manusia di bidang akuntansi.
Secara keseluruhan, firma-firma akuntansi di Hong Kong menunjukkan tren positif dengan menggabungkan teknologi dan sumber daya manusia untuk mencapai efisiensi yang lebih baik. Ini mendorong pertumbuhan industri akuntansi yang relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus memenuhi permintaan pasar akan tenaga kerja yang kompeten dan terampil.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/business/banking-finance/article/3337933/hong-kong-accounting-firms-plan-hiring-spree-and-embrace-ai-attract-talent?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Andrew Wong
"AI dan manusia harus dilihat sebagai kombinasi yang saling melengkapi untuk meningkatkan kualitas audit dan analisis data yang kompleks."

Analisis Kami

"Penggabungan AI dalam akuntansi adalah langkah strategis yang tepat karena memperkuat kualitas dan efisiensi kerja tanpa mengancam keberadaan tenaga manusia. Namun, tantangan utamanya adalah memastikan pelatihan bagi akuntan agar mereka mampu beradaptasi dengan perubahan peran yang dihadirkan oleh teknologi ini."

Prediksi Kami

Di masa depan, penggunaan AI akan semakin meluas di industri akuntansi, memberi peran baru bagi para profesional, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya tarik industri bagi generasi muda tanpa mengurangi lapangan pekerjaan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan KPMG, Deloitte, dan EY untuk menarik bakat baru?
A
KPMG, Deloitte, dan EY berencana untuk memperluas tenaga kerja mereka dan berinvestasi dalam teknologi AI.
Q
Bagaimana AI berperan dalam industri akuntansi menurut KPMG?
A
Menurut KPMG, AI membantu meningkatkan kualitas dan efisiensi serta memungkinkan akuntan untuk mengambil peran baru.
Q
Apa yang diharapkan oleh KPMG dari penggunaan AI di tempat kerja?
A
KPMG berharap AI dapat membantu menarik dan mempertahankan talenta muda dengan menawarkan peran yang lebih beragam.
Q
Apakah ada pengurangan rekrutmen di KPMG karena penggunaan AI?
A
Tidak, KPMG tidak merencanakan pengurangan rekrutmen meskipun ada penggunaan AI.
Q
Mengapa AI dianggap sebagai pelengkap bagi tenaga kerja manusia di KPMG?
A
AI dianggap sebagai pelengkap karena meningkatkan kemampuan manusia, bukan menggantikannya.