Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

10 Modus Penipuan Digital Teratas di Indonesia dan Solusi Biometrik SIM

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (3mo ago) cyber-security (3mo ago)
27 Des 2025
75 dibaca
2 menit
10 Modus Penipuan Digital Teratas di Indonesia dan Solusi Biometrik SIM

Rangkuman 15 Detik

Penipuan transaksi belanja merupakan modus penipuan tertinggi di Indonesia.
Pentingnya registrasi biometrik untuk mencegah penipuan di masa depan.
Laporan penipuan menunjukkan kerugian yang signifikan bagi masyarakat.
Penipuan melalui ranah digital di Indonesia semakin marak dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Menurut data dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), terdapat beberapa modus penipuan yang sering terjadi serta menyebabkan kerugian finansial dalam jumlah besar. Penipuan yang terkait dengan transaksi belanja online menempati peringkat pertama. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa penipuan transaksi belanja menyebabkan kerugian sebesar Rp 1,14 triliun dengan jumlah laporan mencapai 64.933. Selain itu, penipuan yang mengaku sebagai pihak lain, sering disebut fake call, menimbulkan kerugian terbesar sebesar Rp 1,54 triliun dari 39.978 laporan. Selain dua modus tersebut, penipuan investasi juga cukup signifikan dengan total kerugian Rp 1,40 triliun dari hampir 25 ribu laporan. Modus lain yang cukup umum seperti penipuan penawaran kerja, melalui media sosial, phishing, dan social engineering juga mencatatkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah. Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pelindungan Konsumen OJK, Rudy Agus P. Raharjo, menekankan pentingnya registrasi kartu SIM menggunakan verifikasi biometrik face recognition. Teknologi ini direncanakan mulai diterapkan penuh pada 1 Juli 2026 sebagai upaya pencegahan penipuan dan memudahkan pelacakan nomor yang digunakan pelaku kejahatan. Saat ini, terdapat lebih dari 61 ribu nomor telepon terkait penipuan yang sedang diverifikasi, dan hampir 23 ribu sudah dilaporkan ke Kominfo Digital (Komdigi). Bahkan, berbagai modus penipuan menggunakan nomor telepon ini aktif melalui SMS, WhatsApp, atau link berbahaya yang meminta data pribadi atau OTP, sehingga registrasi biometrik sangat diharapkan dapat mengurangi risiko ini.

Analisis Ahli

Dr. Budi Santoso (pakar keamanan siber)
Implementasi biometrik untuk pendaftaran kartu SIM adalah pendekatan yang tepat karena bisa menghambat penyalahgunaan nomor oleh pelaku penipuan. Namun, teknologi ini juga harus diiringi dengan perlindungan data yang kuat agar tidak menimbulkan masalah privasi baru.