
Courtesy of CNBCIndonesia
Nilai Transaksi Pusat Data Mencapai Rekor, Didorong oleh Perkembangan AI
Artikel ini bertujuan menjelaskan lonjakan nilai dan transaksi aset pusat data global sebagai akibat dari peningkatan kebutuhan komputasi AI, sekaligus mengingatkan pembaca akan risiko terkait valuasi tinggi dan pembiayaan utang di sektor tersebut.
26 Des 2025, 15.45 WIB
291 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pusat data menjadi aset yang sangat berharga seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kecerdasan buatan.
- Investasi dalam pusat data mengalami lonjakan yang signifikan, dengan nilai transaksi mencapai rekor tertinggi.
- Kekhawatiran mengenai valuasi yang tinggi dan pembiayaan utang perlu diperhatikan oleh investor.
Jakarta, Indonesia - Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan membuat kebutuhan akan pusat data meningkat pesat. Pusat data menjadi aset berharga karena mereka menyokong infrastruktur komputasi yang dibutuhkan oleh AI dan teknologi cloud. Hal ini memicu minat investasi yang besar dari berbagai pihak di seluruh dunia.
Data dari S&P Global Market Intelligence menunjukkan bahwa hingga November 2025, hampir 100 transaksi pusat data dilakukan dengan total nilai mencapai sekitar US$ 61 miliar, melampaui rekor tahun sebelumnya. Wilayah Amerika Utara, khususnya AS dan Kanada, masih menjadi pasar terbesar bagi aset pusat data.
Asia-Pasifik dan Eropa juga mencatat nilai transaksi yang signifikan, masing-masing mendekati US$ 40 miliar dan US$ 24,2 miliar. Permintaan pusat data tidak hanya datang dari perusahaan teknologi besar, tetapi juga dari investor swasta yang melihat potensi keuntungan tinggi meskipun risiko dan valuasi mahal patut diwaspadai.
Meskipun permintaan terus naik, jumlah aset pusat data berkualitas tinggi yang tersedia untuk dijual sangat terbatas. Para pemilik aset pusat data cenderung menahan investasinya, sehingga pasar menjadi ketat dan kompetitif. Hal ini mengakibatkan peluang bagi pembeli baru menjadi sangat terbatas.
Di tengah euforia ini, ada kekhawatiran terkait model pembiayaan yang banyak mengandalkan utang serta valuasi yang mungkin terlalu tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, risiko penurunan nilai dan tekanan keuangan bisa muncul di masa depan, meski permintaan pusat data diprediksi akan tetap kuat.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251226135635-37-697431/bukan-emas-harta-karun-baru-ini-diburu-dunia-tembus-rp1000-triliun
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251226135635-37-697431/bukan-emas-harta-karun-baru-ini-diburu-dunia-tembus-rp1000-triliun
Analisis Ahli
Iuri Struta
"Profil risiko dan imbal hasil aset pusat data sangat menarik, tapi ketersediaan untuk dijual sangat terbatas karena ekuitas swasta enggan melepas asetnya."
Analisis Kami
"Permintaan pusat data yang meningkat drastis menunjukkan bahwa infrastruktur teknologi adalah kunci masa depan ekonomi digital. Namun, ketergantungan pada pendanaan utang harus diwaspadai agar tidak menimbulkan gelembung aset yang berisiko merugikan investor dan pelaku industri."
Prediksi Kami
Investasi dan permintaan pusat data akan terus meningkat seiring perkembangan AI, namun kemungkinan terjadi pengetatan pasokan aset dan risiko finansial akan mendorong tekanan pada harga dan model bisnis perusahaan di sektor ini.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan harta karun baru yang dibahas dalam artikel ini?A
Harta karun baru yang dibahas adalah aset pusat data yang nilainya bisa mencapai hampir Rp 1.000 triliun.Q
Mengapa minat investor terhadap pusat data meningkat?A
Minat investor meningkat karena raksasa teknologi dan penyedia infrastruktur AI mengalokasikan belanja modal yang sangat besar.Q
Apa dampak perkembangan kecerdasan buatan terhadap pusat data?A
Perkembangan kecerdasan buatan menyebabkan lonjakan besar dalam daya komputasi yang diperlukan, sehingga meningkatkan permintaan akan pusat data.Q
Bagaimana nilai transaksi pusat data di seluruh dunia hingga akhir tahun 2025?A
Hingga akhir tahun 2025, nilai transaksi pusat data diperkirakan mencapai hampir US$ 61 miliar atau sekitar Rp 1.000 triliun.Q
Apa yang menjadi kekhawatiran di balik lonjakan investasi pusat data?A
Kekhawatiran muncul terkait valuasi yang dianggap terlalu mahal dan ekspansi yang banyak dibiayai oleh utang.


