
Courtesy of CNBCIndonesia
Ledakan Investasi Pusat Data di Era AI Capai Rekor Rp 1.000 Triliun
Menyampaikan fakta tentang lonjakan besar dalam nilai dan minat investasi di aset pusat data yang menjadi kunci pengembangan AI serta dampaknya terhadap pasar dan potensi risiko yang mengikutinya.
22 Des 2025, 19.00 WIB
154 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perburuan aset pusat data meningkat seiring dengan pertumbuhan kecerdasan buatan.
- Transaksi pusat data telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah.
- Kekhawatiran mengenai valuasi dan pembiayaan utang menjadi perhatian di pasar pusat data.
Jakarta, Indonesia - Saat ini, pusat data menjadi aset yang sangat dicari karena peran pentingnya dalam mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI). Penggunaan AI yang semakin meluas membutuhkan kapasitas komputasi yang sangat besar, sehingga banyak perusahaan dan investor berusaha memiliki pusat data untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 100 transaksi pusat data telah terjadi secara global hingga November 2025 dengan total nilai mencapai hampir 61 miliar dolar AS atau sekitar 1.000 triliun rupiah. Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah investasi di bidang pusat data.
Amerika Serikat dan Kanada masih menjadi lokasi utama transaksi pusat data dengan nilai sekitar 160 miliar dolar AS sejak tahun 2019. Sementara kawasan Asia-Pasifik dan Eropa juga mencatat nilai transaksi yang signifikan, masing-masing mendekati 40 miliar dolar AS dan 24,2 miliar dolar AS.
Minat tinggi terhadap aset pusat data tidak hanya berasal dari perusahaan teknologi besar, tetapi juga dari investor ekuitas swasta yang berlomba-lomba membeli. Namun, mereka cenderung enggan menjual aset yang telah dimiliki sehingga ketersediaan aset berkualitas untuk dijual menjadi sangat terbatas.
Meski ada euforia investasi, muncul juga kekhawatiran tentang valuasi pusat data yang terlalu mahal dan ketergantungan pada pembiayaan utang dalam ekspansi. Ini dapat menimbulkan risiko pasar dan keuangan di masa depan jika kondisi tersebut tidak diantisipasi dengan baik.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251222170720-37-696388/ramai-ramai-serbu-harta-karun-bernilai-rp-1000-triliun
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251222170720-37-696388/ramai-ramai-serbu-harta-karun-bernilai-rp-1000-triliun
Analisis Ahli
Iuri Struta
"Profil risiko dan imbal hasil dari aset pusat data menarik bagi investor, tetapi ketersediaan aset berkualitas tinggi terbatas dan investor enggan melepas aset yang dimiliki."
Analisis Kami
"Lonjakan investasi di pusat data memang mencerminkan kebutuhan mendasar dalam era AI, tapi euforia ini juga berpotensi menciptakan ketidakseimbangan pasar dan risiko finansial jika strategi pembiayaan tidak dikelola dengan hati-hati. Menjadi tantangan bagi investor dan pelaku industri untuk menjaga valuasi realistis dan tetap fokus pada kualitas aset."
Prediksi Kami
Nilai investasi dan transaksi aset pusat data akan terus tumbuh, tetapi risiko gelembung harga dan masalah pembiayaan utang bisa menyebabkan koreksi pasar di masa mendatang.



