Penulis Dapat Kompensasi Besar, Tapi AI dan Perusahaan Teknologi Justru Menang
Teknologi
Kecerdasan Buatan
06 Sep 2025
80 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Settlement $1,5 miliar bukanlah kemenangan bagi penulis, tetapi lebih kepada keuntungan bagi perusahaan teknologi.
Keputusan hakim mengenai penggunaan materi berhak cipta untuk pelatihan AI menimbulkan pertanyaan tentang masa depan hak cipta.
Kasus ini menjadi preseden penting yang dapat memengaruhi banyak gugatan lainnya terkait AI dan hak cipta.
Perusahaan teknologi besar sedang berlomba-lomba mengumpulkan berbagai karya tulis untuk melatih kecerdasan buatan mereka, seperti ChatGPT dan Claude, agar semakin pintar. Namun, mengumpulkan data ini seringkali dilakukan dengan cara yang merugikan penulis, seperti mengunduh buku secara ilegal dari perpustakaan bayangan tanpa izin. Ini memicu sejumlah gugatan hukum terhadap perusahaan teknologi tersebut.
Salah satu gugatan penting datang dari para penulis terhadap Anthropic, perusahaan di balik AI Claude. Mereka menuntut karena Anthropic mengambil jutaan buku secara ilegal untuk melatih AI-nya. Meski pelatihan AI pada karya berhak cipta dianggap legal secara hukum dalam aturan fair use, pengunduhan ilegal masih menjadi masalah besar.
Akhirnya, Anthropic setuju untuk membayar sebesar 1,5 miliar dolar Amerika Serikat kepada sekitar setengah juta penulis, dengan setiap penulis mendapatkan setidaknya 3.000 dolar. Penyelesaian ini menjadi yang terbesar dalam sejarah hukum hak cipta Amerika Serikat, walaupun lebih sebagai denda bagi Anthropic daripada kemenangan besar bagi para penulis.
Hakim federal William Alsup memutuskan bahwa menggunakan karya berhak cipta untuk melatih AI adalah sebuah penggunaan yang dianggap 'transformatif' sehingga dilindungi oleh fair use. Namun, perilaku ilegal dalam mengunduh buku yang sebenarnya bisa dibeli menjadi titik yang memaksa kasus ini sampai ke persidangan.
Kasus ini menjadi acuan penting bagi sejumlah gugatan lain yang masih berjalan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi besar. Ke depan, kita mungkin akan melihat perkembangan hukum baru yang lebih jelas dan ketat tentang bagaimana AI boleh mengakses dan menggunakan karya cipta untuk melatih produknya.
Analisis Ahli
James Grimmelmann
Kasus ini menegaskan ambiguitas dalam penerapan doktrin fair use di konteks AI dan menunjukkan perlunya revisi mendesak untuk hukum hak cipta yang lebih adaptif terhadap teknologi baru.Pamela Samuelson
Meskipun pelatihan AI pada karya berhak cipta adalah fair use, tindakan pengunduhan ilegal harus dihukum agar menegakkan keadilan bagi penulis dan menjaga integritas industri kreatif.

