Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Batasi Drone China Demi Amankan Keamanan Nasional dan Perangi Pengawasan

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (3mo ago) cyber-security (3mo ago)
23 Des 2025
247 dibaca
2 menit
AS Batasi Drone China Demi Amankan Keamanan Nasional dan Perangi Pengawasan

Rangkuman 15 Detik

Hubungan antara AS dan China mengalami pergeseran meskipun ada ketegangan yang tersisa.
Keputusan FCC untuk membatasi drone China mencerminkan kekhawatiran tentang keamanan nasional.
DJI dan perusahaan lain dihadapkan pada tantangan besar dalam akses pasar AS akibat regulasi yang ketat.
Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping baru-baru ini membawa harapan pelonggaran hubungan kedua negara, khususnya dalam hal teknologi dan perdagangan. Trump bahkan mengizinkan ekspor chip canggih dari Nvidia ke China dan menyelesaikan masalah kepemilikan TikTok di AS. Namun, keputusan terbaru FCC menunjukkan bahwa ketegangan keamanan masih sangat terasa, terutama terkait drone dari China. FCC secara resmi memasukkan perusahaan drone asal China, seperti DJI dan Autel, ke dalam daftar yang dianggap membawa risiko besar bagi keamanan nasional AS. Ini berarti izin untuk mengimpor dan menjual model-model drone baru dari perusahaan tersebut akan dibatasi, meskipun drone yang sebelumnya sudah diotorisasi tetap diperbolehkan beredar di pasar AS. Langkah ini merupakan bagian dari upaya lebih luas oleh AS untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, terutama yang dianggap rawan disalahgunakan untuk pengawasan ilegal atau pencurian data penting. DJI, sebagai pemain terbesar di pasar drone AS, menyatakan kecewa dan mengingat penggunaan produknya yang luas terutama di lembaga penegak hukum dan darurat. Keputusan FCC ini juga mendapat dukungan dari beberapa pihak, termasuk tokoh kontra-terorisme Sebastian Gorka dan anggota parlemen Rick Crawford, yang menyoroti pentingnya produksi drone domestik untuk keamanan dan pengawasan nasional, terutama menjelang perhelatan Olimpiade dan Piala Dunia yang akan datang. Sebagai tindak lanjut, perusahaan drone China seperti Hikvision tengah menempuh jalur hukum untuk menantang aturan pembatasan tersebut. Sementara itu, Pentagon berpotensi melakukan evaluasi yang dapat menghapus kelas drone tertentu dari daftar pembatasan jika terbukti tidak berisiko. Namun, ketegangan dan masalah keamanan di bidang teknologi drone diprediksi akan tetap menjadi isu penting dalam hubungan AS-China ke depan.

Analisis Ahli

Sebastian Gorka
Drone harus diproduksi di AS untuk menjamin keamanan masa depan negara ini dan mengurangi ketergantungan pada produk asing yang berpotensi disusupi.
Rick Crawford
Penggunaan drone China di wilayah udara AS telah menjadi mimpi buruk kontra intelijen dan keamanan nasional tidak boleh dikorbankan demi harga murah.