Huawei Masih Tertinggal Jauh dari Nvidia di Teknologi Chip AI Tahun 2025
Teknologi
Kecerdasan Buatan
19 Des 2025
214 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
China berusaha mengembangkan industri chip domestik untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi AS.
Nvidia masih memimpin dalam teknologi chip AI, dengan perbedaan signifikan dari Huawei.
Sanksi ekspor dari AS berdampak besar pada perkembangan industri chip di China, termasuk bagi perusahaan seperti Huawei dan SMIC.
Pemerintah China berusaha keras mengurangi ketergantungan pada teknologi chip buatan Amerika Serikat karena sanksi ekspor yang membatasi akses teknologi canggih ke China. Huawei menjadi andalan dalam pengembangan chip domestik untuk menyaingi Nvidia, perusahaan chip terkenal dari AS. Namun, perbaikan teknologi chip oleh Huawei masih menghadapi banyak tantangan besar.
CEO Nvidia, Jensen Huang, memperingatkan bahwa China hanya tertinggal sedikit dari AS dalam teknologi chip AI. Namun menurut laporan terbaru, chip AI buatan Huawei masih tertinggal jauh dari Nvidia. Keunggulan performa chip Nvidia lima kali lebih tinggi dibandingkan Huawei saat ini dan ketimpangan diperkirakan semakin melebar pada tahun-tahun mendatang.
Pemerintah China mulai mewajibkan data center yang didukung negara menggunakan chip lokal dan mendorong perusahaan besar untuk beralih dari chip Nvidia ke chip buatan China. Meski begitu, beberapa perusahaan teknologi besar China seperti ByteDance dan Alibaba masih menunjukkan minat membeli chip canggih Nvidia jika mendapat izin dari pemerintah.
Salah satu kendala utama yang dihadapi Huawei dan perusahaan chip China lainnya adalah keterbatasan teknologi produksi chip canggih karena pembatasan ekspor alat pembuat chip dari AS dan sekutunya. Misalnya, SMIC masih menggunakan teknologi pemrosesan 7nm, jauh tertinggal dari teknologi chip terbaru yang digunakan Nvidia.
Berdasarkan perkiraan paling optimis, produksi chip AI Huawei pada 2025-2027 hanya mampu memenuhi sebagian kecil dari total daya komputasi chip Nvidia. Hal ini menunjukkan bahwa ketimpangan teknologi antara AS dan China dalam bidang chip AI akan sulit terkejar dalam waktu dekat, dan membuka peluang bagi pengaruh kontrol ekspor chip AS untuk tetap efektif.
Analisis Ahli
Danielle Cave (China expert at Australian Strategic Policy Institute)
Teknologi produksi chip canggih sangat bergantung pada alat dan bahan yang sulit diperoleh oleh China akibat embargo AS, memperlambat kemajuan mereka secara signfikan.Dario Gil (IBM Fellow and Director of IBM Research)
Perkembangan chip AI memerlukan ekosistem riset dan manufaktur yang kompleks, yang saat ini belum mampu sepenuhnya dikuasai oleh perusahaan China seperti Huawei.

