Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Sumatra Capai 73% Pasca Banjir Besar
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
19 Des 2025
58 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatra menunjukkan kemajuan yang signifikan pasca bencana banjir.
Dukungan dari operator seluler dan kementerian sangat penting dalam proses pemulihan.
Tantangan dalam pemulihan termasuk kerusakan infrastruktur listrik yang mempengaruhi operasional jaringan.
Pasca banjir besar yang melanda wilayah Sumatra, upaya pemulihan jaringan telekomunikasi mulai menunjukkan kemajuan signifikan. Jaringan di Aceh sudah pulih hingga 73,5%, Sumatera Barat hampir 99%, dan Sumatra Utara sekitar 97-98%. Ini menandakan perbaikan yang optimal meskipun ada tantangan berat.
Kendala utama yang dihadapi operator telekomunikasi adalah banyaknya menara telekomunikasi yang rusak dan rubuh, serta masalah listrik di daerah terdampak. Sebanyak empat pembangkit listrik belum berfungsi, sehingga penggunaan genset dan alternatif lain diperlukan untuk memastikan jaringan bisa beroperasi.
Telkomsel, sebagai operator utama, mengerahkan sumber daya dari seluruh Indonesia untuk membantu proses pemulihan di Sumatra. Hal ini dilakukan supaya pemulihan bisa dilakukan secara maksimal dan jaringan bisa segera pulih demi mendukung aktivitas masyarakat selama Natal dan Tahun Baru.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi upaya pemerintah dan operator dalam pemulihan ini. Ia juga menekankan pentingnya fokus penanganan khusus pada daerah-daerah tertentu seperti Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues yang masih membutuhkan perhatian khusus.
Meskipun masih ada tantangan, diharapkan angka pemulihan jaringan dapat terus meningkat dalam waktu dekat. Pemerintah dan operator tetap berkomitmen memastikan kualitas layanan telekomunikasi agar masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan baik selama masa liburan.
Analisis Ahli
Meutya Hafid
Memastikan fokus dan dukungan berkelanjutan terhadap daerah terdampak guna mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi demi menjaga kualitas layanan nasional.Nugroho
Kendala infrastruktur listrik menjadi tantangan serius, solusi listrik darurat dan teknologi pendukung seperti satelit dapat membantu mempercepat pemulihan jaringan.

