Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Indonesia Jadi Sumber Serangan DDoS Terbesar Dunia Selama Satu Tahun

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (3mo ago) cyber-security (3mo ago)
17 Des 2025
205 dibaca
2 menit
Indonesia Jadi Sumber Serangan DDoS Terbesar Dunia Selama Satu Tahun

Rangkuman 15 Detik

Indonesia menjadi sumber utama serangan DDoS di dunia, menunjukkan tantangan keamanan siber yang signifikan.
Serangan DDoS terhadap sektor AI meningkat tajam, mencerminkan kekhawatiran yang berkembang tentang teknologi baru.
Cloudflare aktif dalam memblokir serangan DDoS, dengan jumlah serangan yang meningkat secara signifikan dari kuartal ke kuartal.
Indonesia menjadi sorotan dunia karena berhasil menjadi sumber serangan DDoS terbesar secara global selama empat kuartal berturut-turut sejak kuartal ketiga tahun 2024. Laporan dari Cloudflare menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi pertama sebagai asal serangan digital berskala besar di dunia. Fenomena ini menunjukkan ada banyak aktivitas siber berbahaya yang berasal dari dalam negeri kita sendiri, bukan hanya dari luar. Data lainnya mengungkap bahwa tujuh dari sepuluh sumber serangan terbesar berasal dari Asia, dan Indonesia menempati peringkat teratas. Pada kuartal kedua tahun 2024, Indonesia bahkan naik posisi menjadi sumber serangan terbesar kedua setelah sebelumnya berada di peringkat bawah. Hal ini mengindikasikan tren terus meningkatnya aktivitas serangan siber dari wilayah ini. Cloudflare juga mencatat lonjakan besar serangan DDoS terhadap perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI), dengan kenaikan 347% pada bulan September 2025. Lonjakan ini terjadi berbarengan dengan meningkatnya perhatian publik dan regulasi ketat terhadap teknologi AI yang berkembang pesat. Selain itu, konflik dagang antara Uni Eropa dan China turut memicu serangan di sektor industri seperti pertambangan dan otomotif. Sepanjang kuartal ketiga tahun 2025, Cloudflare berhasil memblokir otomatis sebanyak 8,3 juta serangan DDoS. Dalam data tersebut, serangan meningkat 15% dari kuartal sebelumnya dan naik 40% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa serangan siber semakin marak dan canggih, sehingga memerlukan alat dan strategi pertahanan yang lebih tangguh. Serangan DDoS sendiri dilakukan dengan cara membanjiri website atau jaringan dengan lalu lintas internet yang sangat banyak dari berbagai perangkat di beberapa lokasi. Dengan demikian, target serangan menjadi kewalahan dan tidak dapat berfungsi normal. Kondisi ini mengancam kelangsungan bisnis digital, keamanan data, dan reputasi negara di dunia maya.

Analisis Ahli

Brian Krebs (cybersecurity journalist)
Indonesia’s DDoS source ranking could stem from the proliferation of unsecured IoT devices and lax cybersecurity practices at the consumer and enterprise levels.