Pemadaman Cloudflare Ganggu Banyak Situs, Indonesia Dorong Cari Alternatif
Teknologi
Keamanan Siber
20 Nov 2025
266 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Cloudflare adalah layanan penting untuk keamanan dan kinerja situs web.
Pemadaman Cloudflare dapat berdampak besar pada aksesibilitas aplikasi dan situs.
Regulasi di Indonesia memerlukan layanan internet untuk mematuhi aturan yang ada.
Cloudflare adalah sebuah perusahaan yang menyediakan layanan jaringan internet terbesar yang membantu situs dan aplikasi tetap aman dan cepat diakses. Ketika banyak orang mengakses situs sekaligus, Cloudflare menjaga agar situs tersebut tetap online dan tidak down.
Pada tanggal 18 November 2025, layanan Cloudflare mengalami gangguan yang membuat banyak situs populer seperti X, Canva, dan ChatGPT tidak bisa diakses bersamaan. Ini memperlihatkan betapa pentingnya peran Cloudflare sebagai tulang punggung internet.
Cloudflare bekerja dengan menempatkan servernya dekat dengan pengguna melalui jaringan edge sehingga data bisa sampai lebih cepat. Namun jika server pusat kewalahan, Cloudflare membantu meringankan beban tersebut agar situs bisa tetap berjalan dengan baik.
Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengingatkan bahwa layanan seperti Cloudflare harus patuh pada aturan lokal. Jika tidak, mereka menyarankan platform di Indonesia untuk mencari penyedia lain yang lebih kooperatif agar tidak tergantung pada satu layanan.
Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi pengelola situs internet agar tidak hanya mengandalkan satu layanan, terutama yang belum patuh pada regulasi setempat. Pengguna internet juga harus sadar bahwa ada risiko gangguan besar jika ketergantungan terlalu tinggi pada satu penyedia.
Analisis Ahli
Alexander Sabar
Cloudflare tidak kooperatif dengan aturan Indonesia sehingga platform harus mencari solusi lain agar layanan internet tetap berjalan lancar dan sesuai regulasi.

