JWST Temukan Ledakan Bintang Paling Jauh dan Misterius di Alam Semesta
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
17 Des 2025
130 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan supernova paling jauh menambah pemahaman tentang evolusi bintang di alam semesta awal.
Gamma-ray burst GRB 250314A memberikan petunjuk tentang sifat bintang di era awal.
James Webb Space Telescope berhasil mendeteksi objek yang sangat jauh dan memberikan data berharga untuk penelitian astronomi.
Para astronom baru-baru ini menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb, atau JWST, untuk menemukan supernova paling jauh yang pernah terdeteksi. Supernova ini adalah ledakan sangat terang dari bintang yang mati, dan ditemukan di sebuah galaksi yang sangat redup. Kejadian ini terjadi ketika alam semesta baru berumur sekitar 730 juta tahun, yang sangat muda dibandingkan umur sekarang.
Kejadian super cerah ini berkaitan dengan ledakan sinar gamma bernama GRB 250314A. Ledakan sinar gamma ini adalah salah satu fenomena paling kuat di alam semesta, dan ditemukan oleh sebuah teleskop X-ray buatan China dan Prancis. Ledakan itu berlangsung kira-kira 10 detik, termasuk jenis ledakan durasi panjang yang biasanya berasal dari bintang besar yang meledak dan menjadi supernova.
Meski ledakan sinar gamma hanya berlangsung singkat, ia meninggalkan cahaya sisa atau afterglow yang dapat diamati dalam sinar X, cahaya tampak, dan infra merah selama beberapa hari. Para peneliti menggunakan JWST untuk melihat lokasi ledakan setelah cahaya afterglow memudar agar dapat membedakan antara cahaya dari ledakan, supernova, dan galaksi induknya.
Peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar cahaya yang terdeteksi bukan dari galaksi induk, yang berarti cahaya tersebut berasal dari supernova itu sendiri. Hasil ini memberikan bukti bahwa ledakan sinar gamma tersebut memang berasal dari sebuah supernova di awal alam semesta, sebuah kesempatan langka untuk mempelajari bintang awal dalam sejarah kosmik.
Pada akhirnya, supernova ini ternyata sangat mirip dengan ledakan bintang modern, yang mengejutkan para ilmuwan. Ini bisa berarti bintang-bintang pada masa awal alam semesta tidak jauh berbeda dengan bintang sekarang. Namun, untuk benar-benar memastikan hal ini, peneliti akan melakukan pengamatan lanjutan ketika supernova telah memudar sepenuhnya.
Analisis Ahli
A.J. Levan
Penemuan ini menunjukkan bahwa JWST mampu mendeteksi supernova individu pada jarak ekstrim, memungkinkan studi mendalam tentang bintang dan galaksi awal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

