Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengungkap Pemakaian AI dalam Penelitian: Tantangan Transparansi Ilmiah Saat Ini

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
11 Sep 2025
117 dibaca
2 menit
Mengungkap Pemakaian AI dalam Penelitian: Tantangan Transparansi Ilmiah Saat Ini

AI summary

Penggunaan AI dalam penulisan manuskrip akademis meningkat secara signifikan.
Hanya kurang dari 25% penulis yang mengungkapkan penggunaan AI dalam persetujuan manuskrip.
Pangram Labs berhasil mengembangkan alat deteksi yang sangat akurat untuk teks yang dihasilkan oleh AI.
Sebuah penerbit akademik menemukan peningkatan signifikan dalam penggunaan teks yang dibuat oleh kecerdasan buatan pada pengajuan manuskrip dan laporan peer-review, meskipun penggunaan AI harus diungkapkan sesuai aturan. Data dari American Association for Cancer Research (AACR) menunjukkan 23% abstrak dan 5% laporan peer-review kemungkinan besar berisi teks dari model bahasa besar.Untuk mendeteksi penggunaan AI tersebut, AACR menggunakan alat yang dikembangkan oleh Pangram Labs yang memiliki akurasi tinggi hingga 99,85%. Dengan menganalisis puluhan ribu dokumen selama 2021-2024, ditemukan bahwa deteksi teks AI melonjak sejak rilis ChatGPT pada November 2022. Namun, penggunaan AI sempat turun setelah pelarangan oleh AACR, tapi kemudian kembali meningkat.Penggunaan AI dalam penulisan metode penelitian cukup tinggi dan mengkhawatirkan karena mengubah bahasa pada bagian ini dapat menimbulkan kesalahan ilmiah. Penulis dari negara yang bukan penutur asli bahasa Inggris lebih dari dua kali lipat menggunakan AI, menandakan AI juga dipakai sebagai alat bantu bahasa.Meskipun ada aturan yang mewajibkan pengungkapan, kurang dari 25% penulis melaporkan pemakaian AI. AACR berencana memperketat screening dokumen dan laporan peer-review untuk menjaga integritas proses jurnal dan meminimalisir penyalahgunaan AI. Alat deteksi yang dibuat oleh Pangram unik karena dilatih dengan data yang diketahui pasti asalnya, membuatnya mampu membedakan berbagai model AI.Para ahli menyarankan kewaspadaan terkait kemungkinan kesalahan deteksi, meski teknologi ini sudah sangat baik. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara manusia dan alat deteksi AI demi memastikan kualitas dan kejujuran ilmiah ke depan.

Experts Analysis

Adam Day
Alat deteksi berjalan dengan sangat baik namun tetap harus waspada terhadap potensi bias dan kesalahan positif.
Max Spero
Inovasi dalam pelatihan alat deteksi dengan pengulangan dan active learning merupakan kunci mengurangi false positive secara drastis.
Editorial Note
Keberadaan model AI seperti LLM sangat membantu untuk mempercepat penulisan, tapi juga menimbulkan risiko serius terhadap validitas ilmiah jika tidak diawasi ketat. Penerapan alat deteksi yang akurat wajib menjadi standar agar integritas riset tetap terjaga tanpa mengorbankan kemajuan teknologi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.