Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenapa Konflik dalam Hubungan Bisa Terus Muncul dan Cara Mengatasinya

Sains
Neurosains and Psikologi
News Publisher
23 Nov 2025
14 dibaca
2 menit
Kenapa Konflik dalam Hubungan Bisa Terus Muncul dan Cara Mengatasinya

AI summary

Sebagian besar konflik dalam hubungan adalah konflik yang bersifat perpetual dan tidak dapat diselesaikan secara permanen.
Konflik sering kali berakar dari kebutuhan psikologis yang lebih dalam, bukan hanya masalah permukaan.
Pasangan perlu mengembangkan empati dan pemahaman untuk dapat mengatasi konflik dengan lebih baik.
Dalam hubungan, sering terjadi konflik yang berulang-ulang walaupun pasangan sudah membicarakannya dan seolah sudah selesai. Banyak orang salah kaprah mengira bahwa masalah yang terus muncul adalah tanda bahwa mereka tidak cocok satu sama lain, padahal menurut penelitian psikologi, 69% konflik dalam hubungan itu sifatnya kekal atau perpetual.Salah satu alasan utama konflik ini terus muncul adalah karena pasangan sebenarnya tidak sedang berdebat soal hal-hal praktis seperti uang, tugas rumah, atau jadwal keluarga saja, melainkan soal kebutuhan emosional yang lebih dalam. Contohnya kebutuhan untuk merasa dihargai, didukung, atau tidak dikekang dalam hubungan.Perbedaan kepribadian dan pengalaman masa lalu juga memainkan peran penting, seperti seseorang yang menyukai rutinitas tidak akan bisa tiba-tiba menjadi spontan, atau seseorang yang memproses emosi secara internal sulit untuk langsung mengungkapkan perasaan secara verbal. Hal-hal ini menyebabkan konflik sulit diselesaikan secara permanen.Dalam dunia psikologi, konflik yang tidak terselesaikan ini disebut 'gridlock', di mana pasangan terjebak dalam pola argumentasi yang dipenuhi emosi negatif dan defensif. Agar bisa keluar dari kebuntuan ini, penting bagi pasangan untuk mencoba menemukan makna emosional di balik konflik dan memperlihatkannya satu sama lain.Pasangan yang mampu menjalani hubungan dengan konflik kekal biasanya menggunakan lima praktik penting yang membantu mereka mengenali kebutuhan emosional masing-masing dan membangun empati. Ini menunjukkan bahwa konflik yang berulang bukan berarti hubungan itu salah, tapi sebuah kesempatan untuk memahami lebih dalam satu sama lain.

Experts Analysis

John Gottman
Konflik kekal dalam hubungan merupakan fenomena wajar yang harus dihadapi dengan cara memahami makna emosional di balik argumen dan bukan hanya mencoba menyelesaikan masalah secara permukaan.
Editorial Note
Pemahaman bahwa konflik dalam hubungan seringkali bukan tentang masalah permukaan, tapi tentang kebutuhan psikologis yang lebih dalam, sangat membebaskan pasangan dari beban berusaha 'memperbaiki' hal yang sebenarnya bersifat simbolis atau berakar dalam. Oleh karena itu, fokus pada empati dan komunikasi terbuka untuk mengenali kebutuhan tersebut adalah kunci agar hubungan tetap harmonis meski ada perbedaan yang mendalam.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.