TLDR
Meta Platforms mengadopsi model AI sumber terbuka dari Alibaba untuk mengembangkan model baru. Perusahaan beralih dari strategi open-source menuju model yang lebih tertutup dan berorientasi pendapatan. Model Qwen menjadi populer di kalangan perusahaan AS dan membantu meningkatkan layanan pelanggan berbasis AI. Meta Platforms menghadapi tantangan serius dalam pengembangan kecerdasan buatannya dan berupaya menghidupkan kembali proyek AI mereka melalui penggunaan model AI open-source dari perusahaan Cina, Alibaba. Meta merencanakan peluncuran model baru yang dinamakan Avocado, dengan pelatihan mengandalkan model Qwen dari Alibaba serta model lain dari Google dan OpenAI.Perubahan strategi ini cukup signifikan karena sebelumnya Meta lebih memilih mengembangkan model AI mereka sendiri dalam bentuk open-source, namun Avocado akan menggunakan sistem tertutup yang hanya dapat diakses melalui API resmi. Hal ini menandai potensi perubahan arah bisnis Meta dalam pengembangan AI menuju model komersial dan berbayar.Model Qwen yang dikembangkan oleh Alibaba saat ini merupakan salah satu model large language open-source paling populer di dunia, bahkan banyak perusahaan Amerika termasuk Airbnb mengandalkannya untuk layanan pelanggan berbasis AI. Hal ini menunjukkan keberhasilan Cina dalam mengembangkan teknologi AI yang kompetitif secara global.Upaya Meta untuk mengembangkan model AI baru dibarengi dengan pengeluaran besar dalam merekrut talenta AI dari perusahaan rival, termasuk pemberian bonus tanda tangan yang sangat besar hingga mencapai 100 juta dolar AS. Namun, ketergantungan pada teknologi dari luar mengindikasikan tantangan tersendiri dalam kemandirian teknologi Meta.Seiring dengan pengumuman ini, saham Alibaba sempat turun sedikit, mencerminkan reaksi pasar terhadap perkembangan hubungan bisnis strategis antara perusahaan teknologi besar ini. Secara umum, langkah Meta bisa menjadi titik balik dalam persaingan teknologi AI global yang semakin ketat.