TLDR
Airbnb mengandalkan model AI Qwen dari Alibaba untuk meningkatkan layanan pelanggan. Model open-source semakin menjadi pilihan menarik bagi perusahaan besar di Barat. Kecepatan adopsi teknologi AI menjadi faktor kunci dalam menentukan pemenang di industri ini. Airbnb, perusahaan besar di bidang pemesanan akomodasi, sedang mengembangkan agen layanan pelanggan yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI). CEO mereka, Brian Chesky, menyatakan bahwa mereka sangat mengandalkan model AI Qwen dari Alibaba dalam mengoperasikan layanan ini, karena model tersebut dianggap sangat sesuai dengan kebutuhan mereka.Walaupun ChatGPT dari OpenAI populer, Chesky menyebutkan bahwa kemampuan integrasi ChatGPT belum siap untuk memenuhi kebutuhan Airbnb. Sebaliknya, model Qwen dari Alibaba dinilai cepat, efisien, dan murah, yang menjadi faktor utama pemilihan teknologi ini oleh Airbnb.Airbnb menggunakan beragam model AI, termasuk yang berasal dari OpenAI dan Google, dengan total 13 model yang berbeda untuk mengembangkan agen layanan mereka. Ini menunjukkan strategi multilateral mereka dalam menerapkan kecerdasan buatan agar bisa memberikan pengalaman pelanggan terbaik.Alibaba dan perusahaan teknologi China lainnya secara agresif merilis model AI open-source yang canggih dan lebih terjangkau. Model open-source ini memungkinkan pengembang untuk mengubah dan menyesuaikan sistem AI sesuai kebutuhan spesifik perusahaan, yang menjadi keunggulan dibanding model tertutup seperti yang ditawarkan OpenAI.Chairman Alibaba, Joe Tsai, menambahkan bahwa dalam dunia AI, yang penting bukan siapa yang menciptakan model terkuat, tetapi siapa yang mampu mengadopsi dan menerapkannya lebih cepat. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kecepatan dan fleksibilitas dalam teknologi AI masa kini.