Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harbolnas 12.12 Siap Dongkrak Produk Lokal dan UMKM Meski Daya Beli Turun

Bisnis
Marketing
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
09 Des 2025
224 dibaca
2 menit
Harbolnas 12.12 Siap Dongkrak Produk Lokal dan UMKM Meski Daya Beli Turun

Rangkuman 15 Detik

Harbolnas 2025 akan melibatkan lebih dari 1.300 UMKM dengan fokus pada produk lokal.
Fashion, kecantikan, otomotif, dan elektronik adalah kategori produk yang paling dicari selama Harbolnas.
Daya beli masyarakat mengalami fluktuasi, namun e-commerce tetap dominan dan Harbolnas diharapkan dapat meningkatkan transaksi.
Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 12.12 akan digelar pada 10-16 Desember 2025, melibatkan lebih dari 1.300 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Acara ini diharapkan bisa membawa naik transaksi belanja daring serta mendongkrak perekonomian melalui diskon besar dan promosi khusus pada produk-produk lokal. Produk yang paling diminati oleh masyarakat selama Harbolnas adalah fashion, skincare, otomotif, dan elektronik. Hal ini berdasarkan pengamatan Ketua Umum Asosiasi Ecommerce Indonesia (idEA), Hilmi Adrianto, yang menegaskan bahwa kategori ini selalu menjadi favorit sepanjang gelaran belanja online. Meskipun daya beli masyarakat sedang mengalami penurunan dalam beberapa periode, e-commerce masih menunjukkan dominasi yang kuat dalam aktivitas belanja. Ini jadi peluang yang bagus untuk mendorong transaksi dan memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku bisnis daring, terutama UMKM lokal. Transaksi dalam Harbolnas tahun ini diperkirakan meraih angka Rp 35 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah dan pihak terkait telah menyiapkan mekanisme agar produk UMKM lokal bisa lebih banyak terekspos dan dipilih konsumen secara luas selama periode belanja online ini. Fokus promosi produk lokal diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk memilih barang-barang produksi dalam negeri sebagai pilihan utama. Dengan semangat ini, Harbolnas 2025 bukan hanya sekedar ajang diskon, tapi juga momentum penguatan produk lokal di pasar digital nasional.

Analisis Ahli

Hilmi Adrianto
Penurunan daya beli memang terjadi, namun e-commerce tetap menjadi penggerak utama pasar dan produk lokal akan menjadi fokus utama promosi.
Arnanto Nurprabowo
Mekanisme yang diterapkan akan meningkatkan transaksi produk UMKM lokal, mendukung pertumbuhan di kuartal terakhir 2025.