TLDR
Indonesia terus mempertahankan posisinya sebagai sumber serangan DDoS terbesar di dunia. Lonjakan serangan DDoS terhadap sektor tertentu menunjukkan dampak dari ketegangan perdagangan global. Cloudflare mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah serangan DDoS yang diblokir, menyoroti pentingnya keamanan siber. Laporan terbaru dari Cloudflare mengungkap bahwa Indonesia kembali menjadi negara yang paling banyak melakukan serangan DDoS di dunia selama empat kuartal berturut-turut, dengan posisi puncak yang dipertahankan sejak kuartal ketiga tahun 2024.Dalam laporan tersebut, tujuh dari sepuluh negara penghasil serangan terbesar berasal dari Asia, yang menunjukkan tren jelas dari kawasan ini sebagai pusat serangan dunia maya.Serangan DDoS yang semakin meningkat terutama terlihat pada bulan September 2025, di mana serangan terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di bidang kecerdasan buatan melonjak hingga 347% dibandingkan bulan sebelumnya.Selain sektor teknologi, ada pula lonjakan serangan pada sektor industri penting seperti pertambangan, mineral, logam, dan otomotif yang dikaitkan dengan ketegangan dagang antara Uni Eropa dan China.Cloudflare mencatat telah memblokir 8,3 juta serangan DDoS sepanjang kuartal ketiga tahun 2025, dengan angka ini mengalami kenaikan cukup signifikan baik dari kuartal sebelumnya maupun dari tahun sebelumnya.