TLDR
Kelincian es disebabkan oleh kombinasi berbagai mekanisme, termasuk tekanan, friksi, dan pelumasan permukaan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan struktur permukaan es mungkin lebih berperan dalam kelicinan daripada pencairan. Ada ketidakpahaman di antara para peneliti mengenai terminologi yang digunakan untuk menjelaskan fenomena kelicinan es. Es terasa licin saat kita melangkah atau berseluncur di atasnya karena ada lapisan air tipis di permukaannya. Namun, para ilmuwan selama lebih dari dua abad masih berselisih pendapat tentang penyebab lapisan ini bisa terbentuk dan membuat es licin.Pada awalnya, teori yang dominan mengatakan tekanan dari berat manusia bisa menurunkan titik leleh es di permukaan, sehingga membuat permukaan es mencair dan licin. Namun, pengujian menunjukkan bahwa tekanan yang diberikan sebenarnya tidak cukup besar untuk melelehkan es, menyebabkan munculnya teori lain.Teori kedua mengatakan bahwa panas yang dihasilkan oleh gesekan antara es dan benda yang meluncur di atasnya bisa mencairkan permukaan es. Tetapi pengukuran terbaru menunjukkan kelicinan es terjadi sebelum ada gesekan yang cukup sehingga teori ini mulai diragukan.Kemudian, muncul teori ketiga tentang adanya lapisan premelting alami di permukaan es yang berbentuk cair walaupun suhunya di bawah titik leleh. Lapisan ini dianggap membuat permukaan es sangat licin dan mudah tergelincir, meskipun semua teori ini masih belum sepenuhnya diterima.Penelitian terbaru dari Jerman menambahkan hipotesis keempat yang mengatakan kelicinan terjadi karena perubahan struktur kristal di permukaan es menjadi lapisan yang lebih amorf dan mudah bergeser tanpa perlu mencair. Penemuan ini bisa membuka jalan pemahaman baru tentang kelicinan es dan alat-alat yang memanfaatkan sifat ini.