Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Es Bisa Menghasilkan Listrik Lewat Tekanan, Bukan Hanya Menjadi Es Biasa

Sains
Fisika dan Kimia
News Publisher
03 Sep 2025
1443 dibaca
2 menit
Es Bisa Menghasilkan Listrik Lewat Tekanan, Bukan Hanya Menjadi Es Biasa

TLDR

Es memiliki sifat listrik yang tidak biasa yang dapat digunakan dalam teknologi.
Flexoelectricity dan ferroelectricity menunjukkan bahwa es lebih kompleks dari yang diperkirakan.
Penemuan ini dapat menjelaskan fenomena alami, seperti bagaimana es berperilaku di dalam awan badai.
Penelitian terbaru menemukan bahwa es ternyata mampu menghasilkan listrik ketika dibengkokkan, ditarik, atau diputar melalui sebuah fenomena yang disebut flexoelectricity. Ini adalah sifat listrik yang berbeda dari piezoelectricity dan dapat muncul pada material dengan berbagai simetri, termasuk es yang selama ini dianggap tidak dapat menghasilkan listrik.Para peneliti dari ICN2, Xi’an Jiaotong University, dan Stony Brook University melakukan eksperimen dengan menempatkan es di antara dua elektroda dan membengkokkannya. Mereka menemukan bahwa proses ini menghasilkan listrik pada berbagai suhu hingga 0 derajat Celsius. Ini menandai perubahan besar dalam cara kita memahami es sebagai material.Selain itu, mereka juga menemukan bahwa pada suhu yang sangat rendah, di bawah -113 derajat Celsius, es mengembangkan lapisan ferroelectric di permukaannya yang dapat dipolarisasi balik, mirip dengan bagaimana magnet dapat dibalik polarnya. Ini menunjukkan bahwa es memiliki dua mekanisme penghasil listrik yang berbeda bergantung pada suhu.Penemuan ini menempatkan es pada kategori material elektroceramic canggih, yang sering digunakan dalam perangkat seperti sensor dan kapasitor. Selain potensi teknologi, penemuan ini juga membantu menjelaskan mengapa petir sering terjadi selama badai es, karena listrik alami yang dihasilkan oleh tumbukan partikel es bisa berasal dari flexoelectricity.Walaupun masih memerlukan penelitian lebih lanjut, temuan ini membuka perspektif baru bahwa es bukanlah materi pasif, melainkan material aktif yang dapat mempengaruhi proses alam dan memiliki potensi aplikasi teknologi yang belum dimanfaatkan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.