Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penurunan Tanah dan Kenaikan Air Laut Bisa Picu Kembali Munculnya Selat Muria

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
05 Des 2025
32 dibaca
2 menit
Penurunan Tanah dan Kenaikan Air Laut Bisa Picu Kembali Munculnya Selat Muria

AI summary

Selat Muria berpotensi muncul kembali akibat penurunan tanah dan kenaikan permukaan air laut.
Faktor antropogenik seperti eksploitasi air tanah berkontribusi besar terhadap penurunan permukaan tanah di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Banjir dapat meningkatkan ketinggian daratan melalui sedimentasi, dan bukan faktor penyebab kembalinya Selat Muria.
Selat Muria dulunya adalah sebuah selat yang memisahkan Pulau Jawa dengan Gunung Muria. Namun sekitar 300 tahun lalu, selat ini berubah menjadi daratan sehingga daerah tersebut sekarang menjadi bagian dari daratan Pulau Jawa. Baru-baru ini, banjir besar yang melanda pesisir Jawa Tengah menimbulkan kekhawatiran bahwa Selat Muria bisa terbentuk kembali.Menurut pakar geologi BRIN, Eko Soebowo, wilayah pesisir Jawa Tengah sangat rentan terhadap penurunan muka tanah akibat kondisi tanah yang lunak dan kurang padat. Di kota-kota seperti Semarang dan Demak, penurunan muka tanah ini bisa mencapai 10 sentimeter per tahun, terutama di wilayah Semarang timur.Penurunan muka tanah ini terjadi karena dua faktor utama, yakni faktor alami dan faktor akibat aktivitas manusia. Faktor alami mencakup karakteristik tanah dan aktivitas tektonik dengan penurunan relatif kecil. Sedangkan faktor terbesar berasal dari ulah manusia, khususnya eksploitasi air tanah yang menyebabkan penurunan permukaan tanah hingga 7-8 sentimeter per tahun.Meskipun terjadi banjir, Eko menjelaskan bahwa banjir justru membawa sedimen dari daerah sekitar yang bermuara ke pantai, sehingga sedimen ini mengisi daerah selat dan membuat daratan di sana meningkat. Jadi, banjir bukanlah penyebab munculnya kembali Selat Muria, melainkan faktor penurunan tanah dan kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim.Kenaikan permukaan air laut juga menjadi ancaman yang dapat mempercepat kemunculan kembali Selat Muria jika penurunan muka tanah terus berlanjut. Upaya pengelolaan sumber daya air dan pengurangan eksploitasi air tanah secara berlebihan sangat penting agar wilayah pesisir Jawa Tengah tidak mengalami kerusakan lingkungan yang semakin parah.

Experts Analysis

Eko Soebowo
Penurunan tanah di pantai utara Jawa Tengah dipengaruhi oleh karakteristik tanah sedimen muda dan eksploitasi air tanah. Banjir bukan penyebab langsung selat muncul kembali karena banjir justru membawa sedimentasi yang menambah ketinggian daratan.
Editorial Note
Penurunan muka tanah pantai utara Jawa Tengah harus menjadi perhatian serius karena selain diakibatkan oleh faktor alam, aktivitas manusia seperti eksploitasi air tanah secara berlebihan memperparah kondisi ini. Pemerintah dan masyarakat wajib segera mengadopsi strategi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan agar bencana ekologis seperti pembentukan kembali Selat Muria dapat dicegah.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.