Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fenomena Cold Moon 2025: Bulan Purnama Tertinggi dan Supermoon Terang di Belahan Bumi Utara

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (4mo ago) astronomy-and-space-exploration (4mo ago)
05 Des 2025
33 dibaca
2 menit
Fenomena Cold Moon 2025: Bulan Purnama Tertinggi dan Supermoon Terang di Belahan Bumi Utara

Rangkuman 15 Detik

Bulan dingin adalah bulan purnama terakhir tahun 2025.
Bulan dingin 2025 merupakan supermoon yang terlihat lebih besar dan lebih terang.
Bulan dingin terlihat lebih tinggi di langit belahan utara dibandingkan dengan belahan selatan.
Pada tanggal 4 Desember 2025, terjadi bulan purnama terakhir dalam tahun tersebut yang dikenal dengan sebutan cold moon. Fenomena ini terjadi tepat sebelum titik balik matahari musim dingin dan menjadi momen langka karena posisinya yang sangat tinggi di langit malam belahan bumi Utara. Cold moon kali ini juga merupakan supermoon, sehingga bulan purnama terlihat lebih besar dan lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa. Hal ini terjadi karena posisi bulan yang lebih dekat dengan bumi dalam orbitnya, membuat tampilannya menjadi lebih mencolok. Fenomena supermoon ini merupakan bagian dari rangkaian empat supermoon yang jarang terjadi, yang berlangsung dari akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Ini menjadikan bulan purnama kali ini sangat istimewa bagi para pengamat dan pecinta astronomi. Dari kota Chicago, Amerika Serikat, bulan purnama ini terlihat mencapai ketinggian hampir 76 derajat di atas cakrawala, menjadikannya bulan purnama tertinggi dalam tahun tersebut di belahan bumi Utara. Sebaliknya, di belahan bumi Selatan, bulan purnama ini justru terlihat paling rendah di langit malam. Fenomena ini tidak hanya memberikan pemandangan indah di langit malam, tapi juga menjadi pengingat tentang hubungan astrologi dan orbit benda langit yang terus bergerak. Para pengamat dari seluruh dunia dapat menikmati keindahan bulan yang tampak lebih dekat dan terang dari biasanya.

Analisis Ahli

Dr. Andi Pranata, Astronom
Peristiwa cold moon yang juga supermoon ini adalah contoh nyata bagaimana posisi orbit bulan dan matahari menghasilkan variasi menarik dalam pengamatan langit, sangat penting untuk edukasi astronomi masyarakat.