Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

US Army Kembangkan Drone Besar dengan Senjata Laser Canggih untuk Lawan Drone Musuh

Teknologi
Robotika
robotics (3mo ago) robotics (3mo ago)
05 Des 2025
262 dibaca
2 menit
US Army Kembangkan Drone Besar dengan Senjata Laser Canggih untuk Lawan Drone Musuh

Rangkuman 15 Detik

Angkatan Darat AS akan memperkenalkan drone baru dengan senjata laser sebagai bagian dari inisiatif pertahanan udara.
General Atomics dan Aurelius Systems adalah perusahaan utama yang terlibat dalam pengembangan teknologi ini.
Senjata laser diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih ekonomis untuk menghadapi ancaman drone.
Militer Amerika Serikat sedang mempersiapkan generasi baru pesawat tak berawak berukuran besar yang dilengkapi dengan senjata laser berenergi tinggi. Senjata ini mampu membutakan sensor musuh, melelehkan perangkat elektronik, bahkan menembak jatuh drone lawan dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan metode tradisional. Pengembangan ini menandai perubahan besar dalam desain drone militer sejak diperkenalkannya MQ-1C Gray Eagle. Pentagon sendiri menempatkan sistem laser sebagai salah satu dari enam prioritas teknologi utama mereka, guna memperkuat keunggulan pertahanan udara Amerika Serikat. Drone baru ini akan membawa payload modular yang bisa disesuaikan, termasuk senjata laser sebagai opsi tambahan pada drone besar dengan berat di atas 1.320 lbs. Tidak semua drone kelas ini akan memiliki laser, karena penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah operasi tertentu. General Atomics sebagai pembuat Gray Eagle, kini mengembangkan platform drone berbasis MQ-1C yang mampu lepas landas dan mendarat pendek (STOL), sekaligus siap mengintegrasikan teknologi laser terbaru. Selain itu, perusahaan startup seperti Aurelius Systems juga berkontribusi dengan laser ringan dan sudah diuji coba di drone yang ada saat ini. Program ini diharapkan menjadi bagian dari inisiatif pertahanan udara berlapis 'Golden Dome' yang bertujuan melindungi wilayah dari ancaman drone, rudal, dan artileri. Segera, militer AS akan mengeluarkan permintaan informasi dan mengadakan pertemuan dengan industri untuk mempercepat pengembangan solusi ini.

Analisis Ahli

C. Mark Brinkley
Laser sebagai amunisi yang tak terbatas memungkinkan penghapusan target tanpa merusak infrastruktur secara masif, fokus utamanya bukan untuk 'menghancurkan,' tetapi melumpuhkan secara presisi.
Dustin Hicks
Laser ringan dan kompak dapat diintegrasikan ke drone eksisting, yang membuka kemungkinan adopsi teknologi ini dengan cepat dalam skala luas di unit militer.