
Courtesy of Forbes
Dampak Lingkungan AI dan Digital: Solusi Ada pada Energi Terbarukan
Mengedukasi pembaca bahwa meskipun AI dan pusat data memakan banyak energi, aktivitas digital lain lebih boros energi, dan solusi terbaik adalah meningkatkan penggunaan energi terbarukan di sektor teknologi untuk mengurangi jejak karbon.
04 Des 2025, 01.42 WIB
179 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- AI tidak seburuk aktivitas digital lainnya dalam hal emisi CO2.
- Transisi ke energi terbarukan dapat signifikan mengurangi jejak karbon dari teknologi.
- Perusahaan besar seperti Apple dan Google berkomitmen untuk mengembangkan solusi yang lebih efisien dalam penggunaan energi.
global - Penggunaan AI dan pusat data terus meningkat pesat, yang menyebabkan konsumsi listrik dan emisi karbon naik signifikan. Banyak orang mengkhawatirkan dampak lingkungan dari AI, namun kenyataannya aktivitas digital lain seperti menonton Netflix atau menggunakan Zoom juga mengonsumsi energi lebih besar.
Menurut laporan, menonton Netflix selama satu jam bisa menghasilkan 42 gram CO2 dan menggunakan 0,12 kWh listrik, yang jauh lebih banyak dibandingkan menggunakan AI untuk mengirim beberapa prompt teks yang relatif efisien. Aktivitas digital lain seperti konferensi video dengan Zoom pun masih lebih hemat energi daripada streaming video.
Konsumsi listrik global dari pusat data, AI, dan crypto pada tahun 2022 mencapai sekitar 460 terawatt jam, dan diperkirakan akan naik lebih dari 1.000 terawatt jam pada 2026. Di Amerika Serikat sendiri, data center sudah memakan sekitar 4,4% dari konsumsi listrik nasional di 2023 dan akan bertambah sampai 12% pada tahun 2028.
Meski demikian, masalah utama bukanlah penggunaan teknologi, melainkan sumber energi yang digunakan. Saat ini hanya sekitar 30% energi pusat data berasal dari sumber terbarukan. Jika persentase ini bisa ditingkatkan menjadi 80-90%, jejak karbon dari penggunaan digital bisa dipangkas lebih dari setengah tanpa perlu mengubah perilaku pengguna.
Beberapa perusahaan besar teknologi, seperti Apple dan Google, sudah mulai menggunakan energi terbarukan dan mengembangkan perangkat keras yang lebih hemat energi. Dengan langkah ini, diharapkan perkembangan AI dan kegiatan digital tetap dapat berlangsung tanpa memperburuk krisis iklim.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/johnkoetsier/2025/12/03/new-data-ai-is-almost-green-compared-to-netflix-zoom-youtube/
[1] https://www.forbes.com/sites/johnkoetsier/2025/12/03/new-data-ai-is-almost-green-compared-to-netflix-zoom-youtube/
Analisis Ahli
Dr. Kate Crawford
"Energi untuk pelatihan model AI besar memang sangat besar, jadi hanya dengan pergeseran ke energi terbarukan kita bisa menjaga agar inovasi teknologi tidak merusak lingkungan."
Andrew Fanara
"Teknologi seperti chip AI generasi baru memang membantu efisiensi, tapi regulasi dan kebijakan energi juga harus diprioritaskan untuk memastikan kelestarian sumber daya."
Analisis Kami
"Fokus utama harus pada transisi cepat ke energi terbarukan dalam sektor teknologi agar dampak negatif dari penggunaan AI dan pusat data bisa dikendalikan. Mengandalkan peningkatan efisiensi perangkat keras saja tidak cukup tanpa perubahan fundamental dalam sumber energi yang digunakan."
Prediksi Kami
Penggunaan listrik oleh pusat data diperkirakan akan terus meningkat drastis hingga tahun 2030, namun peningkatan penggunaan energi terbarukan bisa sangat mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas digital.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa dampak lingkungan dari penggunaan AI dan data center?A
Penggunaan AI dan data center berkontribusi signifikan terhadap emisi CO2, dengan data center diperkirakan akan menggunakan lebih dari 1.000 TWh listrik pada tahun 2026.Q
Bagaimana konsumsi energi dari menonton Netflix dibandingkan dengan aktivitas digital lainnya?A
Menonton Netflix selama satu jam menghasilkan lebih banyak CO2 dibandingkan dengan menggunakan AI, dengan konsumsi energi Netflix sebesar 0,12 kWh dan menghasilkan 42 gram CO2.Q
Apa solusi yang diusulkan untuk mengurangi jejak karbon dari sektor teknologi?A
Solusi yang diusulkan termasuk transisi menuju energi terbarukan seperti solar dan angin untuk mengurangi jejak karbon dari aktivitas digital.Q
Mengapa Apple dianggap sebagai pemimpin dalam penggunaan energi terbarukan?A
Apple diakui karena menggunakan 100% energi terbarukan dalam operasinya dan memiliki tujuan untuk menjadi netral karbon pada tahun 2030.Q
Apa yang diharapkan oleh Goldman Sachs terkait penggunaan energi untuk data center di masa depan?A
Goldman Sachs memperkirakan bahwa penggunaan listrik untuk data center akan meningkat 165% pada tahun 2030, dan mendorong penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi dampaknya.



