Skandal Plagiarisme Bungie di Game Marathon Ancaman Reputasi Besar
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
03 Des 2025
153 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Bungie menghadapi tantangan reputasi akibat plagiarisme yang terjadi dalam game Marathon.
Antireal menerima kompensasi setelah kontroversi dan Bungie berkomitmen untuk memperbaiki proses internal mereka.
Keberhasilan Arc Raiders dapat berdampak pada peluncuran dan penerimaan game Marathon.
Bungie, studio game terkenal, sedang menghadapi kontroversi besar terkait tuduhan plagiarisme desain seni dalam game baru mereka, Marathon. Seorang artis bernama Antireal mengklaim bahwa Bungie tanpa izin menggunakan desainnya secara langsung untuk membuat dekorasi dalam game tersebut. Tuduhan ini muncul tidak lama setelah Marathon mengalami kritik atas gameplay dan tahap Alpha yang mengecewakan.
Bungie segera melakukan penyelidikan dan mengakui bahwa masalah tersebut berasal dari mantan artis yang menyisipkan karya tanpa izin dalam proyek game. Perusahaan tersebut kemudian menghubungi Antireal dan berjanji untuk memperbaiki masalah ini, termasuk melakukan review internal agar kejadian serupa tidak berulang.
Meski sudah ada solusi semacam kompensasi kepada Antireal, dampak negatif terhadap reputasi Bungie tetap signifikan. Tidak hanya ini kali pertama Bungie mengalami masalah seperti ini, sebelumnya mereka juga pernah tersandung kasus plagiarisme dalam karya seni promosi maupun game lain, termasuk isu terbaru soal penggunaan AI dalam seni konsep bagi game Renegades.
Selain kontroversi ini, Bungie juga mulai mempromosikan Marathon melalui konten dalam game Destiny 2, seperti ornamen senjata yang terinspirasi dari Marathon. Marathon sendiri dipersiapkan untuk dirilis pada kuartal pertama 2026 dan hasil kesuksesannya akan sangat menentukan hubungan Bungie dengan Sony serta masa depan proyek Destiny 2.
Di tengah kontroversi, ada game lain bernama Arc Raiders yang menjadi sangat populer. Hal ini menciptakan perdebatan apakah kesuksesan Arc Raiders bisa menjadi ancaman atau justru memacu Bungie untuk meningkatkan Marathon. Bungie perlu menjaga kredibilitas dan kualitas untuk tidak kehilangan posisi di industri game yang semakin kompetitif.
Analisis Ahli
Brendan Greene (pembuat PUBG)
Kontroversi plagiarisme dan penggunaan AI dalam seni konsep adalah isu yang semakin umum di industri game, dan perusahaan besar perlu mengadopsi pendekatan transparan dan etis untuk menjaga kredibilitas serta hubungan dengan artis.Jesse Schell (desainer game dan profesor)
Kasus Bungie ini melukai nilai integritas dalam pengembangan game, menunjukkan bahwa salah satu aset terbesar sebuah studio adalah kepercayaan dan penghargaan terhadap karya kreatif.

