Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Ekspansi Baru Destiny 2 Sulit Pulihkan Jumlah Pemain yang Menurun

Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
gaming-pc-console-mobile (5mo ago) gaming-pc-console-mobile (5mo ago)
22 Nov 2025
245 dibaca
2 menit
Mengapa Ekspansi Baru Destiny 2 Sulit Pulihkan Jumlah Pemain yang Menurun

Rangkuman 15 Detik

Destiny 2 mengalami penurunan jumlah pemain yang signifikan.
Ekspansi baru Renegades mungkin tidak mampu menarik kembali pemain yang telah pergi.
Kualitas konten tidak lagi menjadi faktor utama dalam menarik pemain baru.
Destiny 2 segera meluncurkan ekspansi terbaru bernama Renegades pada tanggal 2 Desember, dengan tema Star Wars yang cukup menyita perhatian. Namun, sayangnya, antusiasme pemain tidak terlalu tinggi karena ekspansi sebelumnya, The Edge of Fate, sudah menandai lonjakan penurunan pemain aktif yang signifikan. Para pemain mulai kehilangan minat dengan sistem rilis konten yang ada, di mana waktu antar ekspansi besar sangat panjang, sekitar enam bulan, dan di antara waktu itu sangat sedikit konten baru yang memikat. Hal ini membuat banyak pemain merasa tidak perlu lagi sering login dan bermain. Berdasarkan data dari Steam, aktivitas pemain terutama dalam mode seperti Trials of Osiris sangat rendah, bahkan pada hari-hari menjelang peluncuran ekspansi baru. Ini menandakan bahwa masalah bukan hanya soal konten baru, tapi juga bagaimana konten tersebut membuat pemain tetap terlibat. Kritik utama adalah bahwa perbaikan kecil dalam jadwal rilis dan ekspansi yang relatif kecil tidak cukup untuk membalikkan tren penurunan pemain yang telah mulai terjadi sejak beberapa ekspansi terakhir. Bahkan lisensi besar seperti Star Wars tidak mampu menjadi solusi instan. Secara keseluruhan, jika Bungie ingin mempertahankan dan meningkatkan basis pemain Destiny 2, mereka harus merevisi strategi rilis konten mereka dan menawarkan pengalaman yang lebih menarik dan sering agar komunitas pemain tetap hidup dan bertumbuh.

Analisis Ahli

Jason Schreier
Penurunan jumlah pemain menunjukkan bahwa hanya branding besar tidak cukup; gim harus menawarkan konten bermakna dan engagement berkelanjutan.