Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Helium Melarikan Diri dari Planet Super-Puff WASP-107b oleh JWST

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
LiveScience LiveScience
03 Des 2025
94 dibaca
2 menit
Penemuan Helium Melarikan Diri dari Planet Super-Puff WASP-107b oleh JWST

Rangkuman 15 Detik

WASP-107b mengalami kehilangan atmosfer yang signifikan, dengan gas helium yang terlihat menguap.
Observasi dari James Webb memberikan wawasan baru tentang sejarah dan komposisi atmosfer WASP-107b.
Penelitian ini membantu menjelaskan bagaimana planet dapat bermigrasi dalam sistem bintang dan dampaknya terhadap atmosfer.
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa sebuah planet ekstrasurya yang disebut WASP-107b sedang kehilangan helium dalam jumlah besar ke luar angkasa. Ini adalah planet yang sangat besar, hampir sebesar Jupiter, tetapi memiliki massa yang jauh lebih kecil, sehingga dikenal sebagai "super-puff". Pengamatan ini dilakukan menggunakan teleskop luar angkasa James Webb (JWST) yang canggih. Helium yang terdeteksi membentuk awan gas raksasa yang meluas hingga lima kali diameter planet itu sendiri. Awan gas helium itu bahkan tampak bergerak di depan planet sesuai lintasan orbitnya, yang menunjukkan bahwa atmosfer planet tersebut benar-benar sedang bocor ke ruang angkasa. WASP-107b berada sangat dekat dengan bintang induknya, sekitar tujuh kali lebih dekat daripada jarak Merkurius ke Matahari. Kondisi ini menyebabkan panas ekstrim yang memanaskan dan menggerakkan gas-gas dari atmosfernya hingga keluar angkasa. Penemuan ini mengonfirmasi bahwa planet ini kemungkinan terbentuk jauh dari bintang, kemudian bermigrasi ke posisi yang sangat dekat. Selain helium, ilmuwan juga menemukan oksigen, air, karbon monoksida, karbon dioksida, dan amonia di atmosfer WASP-107b. Namun, metana yang diperkirakan ada, tidak ditemukan. Hal ini mungkin karena proses pencampuran vertikal dalam atmosfer akibat panas ekstrim. Studi tentang pelarian atmosfer ini penting untuk membantu kita memahami bagaimana planet-planet lain, termasuk yang ada di tata surya kita, mungkin kehilangan atmosfer seiring waktu. Ini juga memberikan wawasan tentang evolusi atmosfer dan potensi kelangsungan hidup planet di kondisi ekstrim.

Analisis Ahli

Vigneshwaran Krishnamurthy
Penelitian ini menunjukkan kemampuan luar biasa JWST dalam mengamati proses atmosfir luar angkasa yang sebelumnya sulit dideteksi secara detail.
Caroline Piaulet-Ghorayeb
Data ini menegaskan teori bahwa migrasi planet gas raksasa dapat terjadi dan menyebabkan atmosfer planet mengalami pelarian besar karena panas ekstrim.